
hariansuara.com, Jakarta - Setiap diskusi untuk memasukkan esports sebagai olahraga medali di Olimpiade adalah prematur, kata Komite Olimpiade Internasional (IOC), Sabtu.
Esports sendiri memiliki sekitar 250 juta pemain di seluruh dunia di pasar yang berkembang bernilai sekitar satu miliar dolar setahunnya.
IOC tahun lalu mengakui esports sebagai kegiatan olahraga dan akan menjadi acara medali di Asian Games 2022. Debut esports sebagai kegiatan olahraga telah dilakukan di Asian Games tahun ini di Jakarta.
Namun badan Olimpiade mengatakan, "Beberapa egames tidak kompatibel dengan nilai-nilai Olimpiade dan karena itu kerjasama dengan mereka dikecualikan," kata IOC.
IOC juga mencatat bahwa industri esports berubah dengan cepat, sementara juga terfragmentasi dengan persaingan antara operator komersial utama.
"Industri terdorong secara komersial, sementara di sisi lain olahraga harus berbasis nilai," kata IOC.
"Untuk semua alasan ini, diskusi tentang masuknya esports / egames sebagai olahraga medali pada program Olimpiade masih terlalu dini."(*)
(Foto: Ilustrasi / Forbes)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU