
Jakarta - Venus Williams menyuarakan kekecewaannya setelah hacker Rusia menghacking database Badan Anti-Doping Dunia (Wada) dan merilis rincian catatan medisnya pada hari Selasa lalu.
Venus adalah salah satu dari empat atletAmerika Serikat selain Simone Biles dan pemain basket perempuan Elena Delle yang ditargetkan oleh kelompok hacker bernama “Fancy Bears” dalam serangan cybernya.
"Saya kecewa privatisasi saya berupa data medis saya telah diganggu oleh hacker dan diterbitkan tanpa izin saya," kata Venus dalam sebuah pernyataan dilansir dari Straitstimes, Rabu, (14/9/2016).
Catatan ini merilis di mana Venus mendapatkan izin penggunaan therapeutic use exemptions (TUEs) yang memungkinkan dia untuk menggunakan obat-obatan tertentu yang dilarang oleh Wada.
"Aplikasi (TUEs) di bawah program Tennis Anti-Doping memerlukan proses persetujuan ketat telah saya ditaati ketika kondisi medis serius telah terjadi," kata Venus.
"Saya salah satu pendukung kuat yang mempertahankan integritas tertinggi dalam olahraga dan saya sangat disiplin dalam mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Wada, Usada (Badan Anti-Doping), ITF (Federasi Tenis Internasional) dan Program Anti-Doping Tenis." (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU