
Jakarta - Hacker Rusia telah merilis informasi rahasia tentang puluhan atlet Olympiade.
Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengatakan, data yang dibocorkan oleh kelompok penjahat cyber yang dikenal sebagai "Tsar Team" dan " "Fancy Bear"" mempengaruhi 25 atlet, termasuk 10 dari AS.
WADA mengatakan hacker mencuri data medis dari atlet Olimpiade dengan membobol database-nya.
Awal pekan ini, kelompok yang sama menerbitkan informasi tentang empat atlet AS, termasuk peraih medali emas pesenam Simone Biles dan petenis Venus Williams.
Kelompok yang sama diduga berada di balik aksi hacking Komite Nasional Demokrat pada bulan Juni lalu, dimana kelompok itu merilis informasi politik yang sensitif dan menyebabkan pengunduran diri dari ketua komite.
"WADA sangat sadar serangan ini adalah kriminal, yang sampai saat ini telah membocorkan data pribadi dari 29 atlet. Akan sangat menyedihkan bagi para atlet yang telah ditargetkan dan menyebabkan ketakutan bagi semua atlet yang terlibat dalam Rio Olimpiade 2016," kata Direktur Jenderal WADA Olivier Niggli dilansir dari CNN, Kamis, (15/9/2016).
Dalam situs Fancy Bears, hacker menuliskan, “Salam warga dunia Izinkan kami memperkenalkan diri. Kami adalah tim hack internasional Fancy Bears. Kami berdiri untuk olahraga bersih dan fair. "
Badan Anti-Doping Amerika Serikat mengatakan para atlit telah melakukan segalanya dengan benar dalam mengikuti aturan global untuk memperoleh izin untuk menggunakan obat yang dibutuhkan.
WADA merekomendasikan melarang semua atlet Rusia berlaga di Olimpiade Rio 2016 setelah laporan independen mengatakan negara itu mengoperasikan program doping yang disponsori oleh negara.
WADA pun tidak memiliki keraguan bahwa serangan-serangan yang sedang berlangsung sedang dilakukan sebagai pembalasan terhadap Wada. “Organisasi telah meminta Rusia untuk melakukan menghentikan hal ini," katanya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU