
Jakarta - Maria Sharapova menolak untuk merasa kasihan terhadap dirinya selama menjalani masa larangan doping. Waktunya kini banyak dihabiskan dengan belajar di Harvard, menulis buku, dan lain-lain
Selain itu, mantan petenis nomor satu dunia dan lima kali juara Grand Slam ini mengatakan sangat menikmati mengikat tali sepasang sarung tangan tinju sambil menjaga kebugaran nya.
"Saya mencoba tinju untuk menjaga diri dalam bentuk yang baik. Saya bisa membayangkan beberapa orang tertentu yang ingin saya memukul," kata petenis berusia 29 tahun ini, tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang identitas target yang dibayangkannya.
Sebagai informasi, Sharapova dilarang bermain tenis setelah dites positif meldonium. Namun, dia akan kembali beraksi di turnamen lapangan pada 26 April.
"Dulu saya tidak bisa membayangkan apa yang harus dilakukan selama waktu luang. Hampir 12 bulan saya berpikir, membaca buku, saya juga berlibur di Kroasia, saya merayakan tahun baru di Hawaii” tuturnya dikutip Agence France-Presse (AFP), Kamis, (2/2/2017).
Sharapova, yang juga belajar di Harvard Business School untuk membantu mengembangkan bisnis permennya, juga terlibat dalam sebuah buku tentang hidupnya.
"Saya menulis sebuah buku yang akan keluar pada bulan September. Pertama itu akan diterbitkan dalam bahasa Inggris dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU