
hariansuara.com, New York - Maria Sharapova akan tanding di turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka sejak menjalani skandal doping 15 bulan setelah menerima Wild Card.
Langkah yang dilakukan oleh Asosiasi Tenis AS (USTA) datang setelah Sharapova ditolak mendapat Wild Card di Prancis Terbuka dan absen di Wimbledon karena cedera paha.
Seperti diketahui, Sharapova positif gunakan meldonium pada Australia Terbuka 2016 dan diskors Federasi Tenis Internasional. Sejak saat itu, Sharapova membutuhkan Wild Card untuk masuk ke turnamen
"Penangguhannya berdasarkan persyaratan program anti-doping tenis telah selesai. oleh karena itu bukan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam proses seleksi Wild Card kami," kata USTA dalam pernyataannya dikutip AFP, Rabu, (16/8).
Juara AS Terbuka sebelumnya yang telah menerima Wild Card termasuk Martina Hingis, Lleyton Hewitt, Kim Clijsters dan Juan Martin. "Konsisten dengan masa lalu, Wild Card diberikan kepada seorang juara yang membutuhkan Wild Card untuk masuk ke babak utama.”
Sharapova memenangkan AS Terbuka 2006 dan Wimbledon pada tahun 2014, Australia Terbuka 2008 dan Prancis Terbuka 2014 dan 2014.
Sharapova telah menarik diri dari turnamen pemanasan AS Terbuka di Toronto dan Cincinnati setelah menderita cedera lengan kiri di Stanford. Dalam pertandingan pertamanya di AS sejak Maret 2015, Shrapova mengalahkan petenis Amerika, Jennifer Brady.
Namun dalam kemenangan tersebut, Sharapova mengalami cedera lengan bawah dan membuatnya absen sejak itu. "Mengikuti saran dokter, sebagai tindakan pencegahan untuk AS Terbuka, saya menarik diri dari turnamen tersebut dengan cedera lengan bawah saat di Stanford," kata Sharapova.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU