Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Sport

Bagi Dinda, Panahan Seperti Kebutuhan Pokok

Sport
02 Aug 2016
Bagi Dinda, Panahan Seperti Kebutuhan Pokok

 

Jakarta - Diantara para atlit panahan Indonesia yang ada, sosok wanita cantik ini begitu menarik perhatian. Ya, Dellie Threesyadinda, bagi para pencinta olahraga nama Dellie cukup akrab  di telinga.  Selain parasnya ayu, Dinda sapaan akrabnya juga berhasil mencetak sederet prestasi apik. Sebut saja satu medali emas 1st Asian Grand Prix 2013,   satu medali emas (beregu) dan satu perak (individu) SEA Games 2013 di Myanmar. Bagaimana dengan aktivitasnya kini dan kecintaan pada dunia panahan, berikut obrolan santai hariansuara.com dengan dara kelahiran kelahiran Surabaya 12 Mei 1990 di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

 

Sekarang ini sedang sibuk apa? empat atlit panahan akan berjuang di Olimpiade Rio 2016 dan harapannya bagi sesama atlit panahan?

 

Sekarang sedang sibuk persiapan PON dan kuliah saja.  Ya, yang nomor recurve, untuk putranya ada Riau Ega, Hanif Razak Ali, Hendra Purnama. Untuk putrinya, hanya Ika Yuliana saja. Saya tidak terpilih karena nomor compound tidak diperlombakan di Olimpiade Rio 2016. Harapannya mereka dapat memberikan performa terbaik dan bisa mendapatkan medali emas.

 

Bisa diceritakan  bagaimana awalnya Anda bisa terjun dalam olahraga panahan ini?

 

Dulu waktu kecil tahun saya sering melihat  bunda saya latihan dan bertanding, dan disitu lah timbul keinginan saya ingin menjadi atlit panahan. Baru di usia 7 tahun saya diikutkan pertandingan pra junior di Bojonegoro. Saya beruntung dapat medali emas, jadi saya makin terpacu untuk terus berlatih. Sejak itu saya aktif sebagai atlet panahan sampai sekarang.

 

Dari garis keturunan, Anda terlahir dari seorang atlit panahan dan besar di lingkungan panahan?

 

Awalnya terjun dalam olahraga ini  memang keluarga besar rata-rata adalah atlit panahan Indonesia. Kakek saya Yahya Buari, serta nenek, Kusminah adalah atlit. Ibu saya, Lilies Handayani beserta  ayah, Deni Trisyanto juga atlit panahan.  Dan generasi ketiga, ada saya bersama dua adik,  Ananda Rivaldi Putra dan Della Adisty Handayani.  

 

Ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, apa arti olahraga panahan ini sendiri  bagi Anda?

 

Dunia panahan itu seperti halnya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Setiap hari melakukan latihan memanah. Dan memang ada kalanya tidak melakukan karena  jenuh, tetapi akhirnya busur dan panah kembali lagi ke tangan.   Jenuh ini bisa tetapi saya tidak bisa meninggalkan panahan ini. Selain itu berhubung di  latihan Senayan ini adalah pelatnas jadi latihan panahan dilakukan terus menerus dari senin sampai sabtu, tahun ini akan fokus ke PON dan tahun depan baru akan ke Sea Games.

 

Diantara semua kejuaraan yang Anda ikuti, adalah salah satunya yang paling berkesan?

 

Ada satu momen yang tidak bisa dilupakan, itu waktu berhadapan dengan bunda di Asia Grand Prix 2007 di Iran. Saat itu atlet dari negara lain sudah tumbang kecuali Indonesia. Jadi, mau tak mau untuk memperebutkan medali emas dan perak hanya dari Indonesia.   Atlit panahan yang tersisa  hanya saya  dan bunda. Namun saya  harus menyerah, bunda  akhirnya dapat emas dan saya dapat perak. Yang kedua, saat world cup 2007 di Inggris. Saya  satu tim dengan Mama, Tante Lilies Herliati, adik bunda dan berhasil memperoleh perunggu.

 

Dan kiat-kiat Anda untuk mempertahankan prestasi?

 

Mempertahankan  prestasi, bukanlah hal yang mudah.  Saya  terus memacu dirinya untuk melakukan latihan fisik dan panahan ditambah dengan  latihan tambahan berupa visualisasi image training. Latihan tambahan ini penting untuk meningkatkan fokus di lapangan. Kunci untuk menjadi atlet panahan yang berhasil adalah ketekunan, karena menjadi atlet panahan harus rajin untuk berlatih. Kalau banyak berlatih siapapun pasti bisa menjadi pemanah yang terbaik.

 

Adakah rencana kedepan? Dan bagaimana Anda melihat olahraga panahan di Indonesia sekarang ini?

 

Harapan saya ingin mengembangkan klub panahan dan  membesarkan lagi klub panahan. Bagi saya dunia panahan di Indonesia sekarang ini jauh lebih berkembang dibanding waktu dirinya sekolah. Banyak anak-anak muda yang suka panahan. Di Surabaya sendiri lebih dari seratusan anak yang ikut panahan. Dan saya harap masyarakat Indonesia juga lebih mengenal olahraga ini.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X