
hariansuara.com, Jakarta - Rusia dilarang tampil di Olimpiade Musim Dingin 2018 oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena masalah doping.
Presiden IOC Thomas Bach menuduh Rusia "melakukan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap integritas Olimpiade dan olahraga".
Dikutip AFP, Rabu, (6/12), sebuah laporan oleh World Anti-doping Agency (WADA) dan dua penyelidikan IOC berikutnya mengkonfirmasi atlet Rusia mengambil bagian dalam program kecurangan obat yang mencapai puncaknya pada Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi.
Bukti yang ada menunjukkan skema tersebut melibatkan pejabat pemerintah senior, termasuk dari kementerian olahraga, dengan bantuan agen rahasia negara.
IOC juga melarang seumur hidup Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko yang merupakan menteri olahraga selama Sochi Games. Mutko saat ini adalah ketua panitia penyelenggara Piala Dunia 2018, dimana Rusia menjadi tuan rumah.
Dalam sebuah pernyataan, FIFA mengatakan telah menerima keputusan dari IOC namun tidak berdampak pada persiapan Piala Dunia 2018 di Rusia.
IOC juga menangguhkan Komite Olimpiade negara tersebut (ROC), Alexander Zhukov. Zhukov mengatakan dia telah "meminta maaf" kepada IOC a karena "pelanggaran anti-doping" yang dilakukan di negaranya dalam beberapa tahun terakhir.
IOC menawarkan beberapa atlet Rusia untuk bersaing di Olimpiade walaupun itu hanya dengan undangan dan bergantung pada program pengujian yang ketat. "IOC, atas pertimbangan mutlaknya, pada akhirnya akan menentukan atlet yang akan diundang dari daftar," kata IOC .
Atlet yang pergi ke Olimpiade, yang dimulai pada 9 Februari, akan berpartisipasi dengan nama "Atlet Olimpiade dari Rusia". Namun, bendera Rusia tersebut tidak akan dikibarkan pada upacara.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU