
hariansuara.com, Pyongyang - Pemimpin puncak Korea Utara (DPRK), Kim Jong Un, mengirim sebuah pesan damai bahwa Pyongyang bersedia berbicara dengan Seoul mengenai kemungkinan partisipasi di Olimpiade Musim Dingin 2018 yang akan diadakan di Korea Selatan.
Dalam pidato Tahun Baru, Kim mengatakan tahun 2018 merupakan tahun yang penting bagi kedua negara di Semenanjung Korea, karena Korea Utara akan menandai ulang tahun ke 70 negara tersebut, sementara Korea Selatan akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.
"Tahun ini merupakan tahun yang penting bagi wilayah utara dan selatan Korea karena rakyat kita akan merayakan ulang tahun ke-70 sebagai peristiwa yang sangat menguntungkan dan akan ada Olimpiade Musim Dingin di selatan," katanya.
Baca juga: Siswa Indonesia Raih Dua Emas di Ajang Olimpiade Sains Internasional di Belanda
Mengungkapkan keinginan tulus untuk Olimpiade Musim Dingin, Kim mengatakan Korea Utara akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempersiapkan diri berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk mengadakan perundingan Utara-Selatan mengenai partisipasi Korut.
"Untuk menjadi tuan rumah acara besar bangsa dengan kemegahan dan menunjukkan martabat dan stamina, kita harus melelehkan hubungan utara-selatan yang membeku, sehingga menghiasi tahun yang penuh arti ini sebagai satu tahun yang dicatat secara khusus dalam sejarah bangsa, "kata Kim.
"Sebagai tetangga, kedua Korea "terikat oleh darah", dan "wajar jika kita merasa bahagia dan memberikan bantuan untuk kegiatan yang akan diselenggarakan oleh rekan-rekan kita","katanya.
Korea Selatan telah menyarankan agar kedua negara membentuk tim gabungan untuk menghadiri acara yang akan diadakan di Pyeongchang pada bulan Februari.
Dalam sambutannya, Kim juga mengatakan kedua belah pihak harus mengurangi konfrontasi militer yang sangat tegang untuk menciptakan lingkungan damai untuk rekonsiliasi.
Baca juga: Hebat! Pelajar Indonesia Sabet Medali Perak di Olimpiade Robot International 2017
Situasi di Semenanjung Korea tetap bergejolak sepanjang 2017, karena Korea Utara menguji beberapa rudal balistik, termasuk tiga rudal balistik antar benua (ICBM). Sementara itu, Amerika Serikat melakukan latihan militer berskala besar terus-menerus di Korea Selatan dan di perairan sekitar semenanjung dengan mengirim kapal induk, pembom strategis, kapal selam nuklir, dan aset strategis lainnya di sana.
Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah empat kali memilih memberlakukan sanksi baru dalam mengadopsi resolusi melawan Korea Utara.
Dalam konfrontasi berbahaya antara DPRK dan Amerika Serikat, Kim mengatakan Korut "harus terus memperkuat kemampuan militer untuk membela diri."
"Amerika Serikat tidak akan pernah bisa berperang melawan saya dan negara kita, seharusnya diketahui dengan benar bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan nuklir kita dan sebuah tombol nuklir selalu ada di meja kantor saya dan ini kenyataannya, "katanya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU