Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Diaspora Punya Peran Dalam Pengembangan Pariwisata di Banyuwangi

Wisata
20 Jun 2018
Diaspora Punya Peran Dalam Pengembangan Pariwisata di Banyuwangi

hariansuara.com, Jakarta -  Diaspora memiliki peran dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi. Dampaknya, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi meningkat drastis sehingga ekonomi lokal pun ikut meningkat. 

"Peningkatan pendapatan per kapita juga melonjak dua kali lipat. Dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 41,6 juta per orang per tahun (2017). Penurunan angka kemiskinan dikarenakan semua pihak bekerjasama, terutama dalam meningkatkan unsur 3A di Banyuwangi sehingga jumlah wisatawan yang datang terus meningkat", jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada pertemuan Diaspora Minggu (17/6) lalu di Pendopo Sabha Swagata, Blambangan, Banyuwangi dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata.

Berdasarkan data, pertambahan homestay di Banyuwangi sangat pesat. Banyuwangi memiliki 300 homestay pada 2017. "Masyarakat yang membangun desa sendiri dari homestay pertamanya. Lalu di dalam homestay-nya dikasih atraksi wisata seperti membuat kerajinan, membuat kue, jadilah lama nginapnya," tutur Bupati Anas.

Anas berharap, kegiatan Diaspora Banyuwangi bisa menumbuhkan rasa cinta daerah bagi para perantau. “Acara ini kami desain untuk semakin menguatkan cinta kepada Banyuwangi. Di sini mereka saling bersapa, memunculkan kembali kenangan masa kecilnya,” katanya Anas lagi.

Momen dan kesempatan ini bisa menjadi tempat untuk menggalang solidaritas membangun daerah dan saling bertukar informasi. Semua hadirin, terutama para dispora bisa membangun jejaring untuk bersama-sama mengembangkan daerah. Bagi mereka yang sudah sukses jadi pengusaha di Jakarta, misalnya, bisa bermitra dengan UMKM di Banyuwangi. Bukan semata-mata bisnis, tapi tergerak oleh cinta daerah dan semangat mengembangkan daerah. 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Diaspora dalam mengembangkan pariwisata Banyuwangi. "Hubungan antar warga itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibandingkan hubungan bisnis. Silaturahim perantau setahun sekali dan bertepatan dengan momentum halal bihalal ini sarana yang baik untuk memperkuat jalinan hubungan personal atau hubungan antar warga untuk memajukan daerah," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief berpendapat, pengembangan pariwisata Banyuwangi masih bisa dioptimalkan, khususnya dengan cara melibatkan perantau dan para pecinta pariwisata. “Saya gembira dengan perkembangan yang ada. Tentu masih ada kekurangan, itu pasti. Nah itu ayo diperbaiki dan dibantu bersama-sama," ujarnya lagi.  

Menpar Arief memberi semangat pada hadirin untuk terus mengembangkan pariwisata Banyuwangi. Menpar meminta para diaspora Banyuwangi yang hadir untuk membangun Banyuwangi sesuai dengan peran mereka saat ini.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X