
Jakarta – Sektor pariwisata harus dilihat dari berbagai sektor pengembangan. Tak hanya mengacu seberapa besar turis datang yang menjadi acuan. Namun, diperlukan kebijakan serius dari pemerintah terutama Kementerian Pariwisata.
Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra mengatakan sektor pariwisata dapat dijadikan pemerintah sebagai penghasil devisa terbesar dengan membuat kebijakan yang sesuai.
"Kementerian Pariwisata juga harus bekerja sama dengan pemangku kepentingan kepariwisataan untuk menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia," kata Sutan Adil Hendra, dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2016).
Menurut Sultan, Komisi X DPR meminta Kementerian Pariwisata menindaklanjuti rekomendasi Panja Pemasaran dan Destinasi Pariwisata dengan serius.
Sejumlah rekomendasi tersebut antara lain adalah mengkaji ulang model promosi, langkah konkrit, kebijakan tax refund, serta kemudian meningkatkan koordinasi.
Kemudian, mesti melibatkan komunitas lokal, dan penguatan destinasi wisata.
Selain itu, pihak Kemenpar diminta menindaklanjuti acuan terhadap peta jalan, kesiapan sumber daya manusia kepariwisataan, serta keseriusan pemerintah pusat dan daerah.
Sutan dalam sejumlah kesempatan lain juga pernah menyatakan bahwa sektor pariwisata dinilai bisa menjadi solusi bagi pemerintah untuk membangkitkan kegairahan di tengah-tengah periode kelesuan ekonomi.
"Pariwisata menjadi solusi kita dari keterpurukan ekonomi kita. Kalau kita bicara sawit, migas, batubara, ini akan habis," katanya.
Menurut dia, bila pariwisata dibenahi dengan baik di berbagai daerah maka akan berdampak pada devisa yang bertambah. Dampak positifnya pun jumlah pengangguran akan terkurang.
Bila destinasi berhasil dibenahi maka baru dilanjutkan dengan langkah promosi atau memasarkan sehingga destinasi wisata semakin dikenal.
"Selama ini anggaran pemasaran pariwisata di mancanegara sangat tinggi. Hanya sepertiga anggaran untuk pemasaran nusantara. Namun, belum melihat bagaimana peningkatan kunjungan wisatawan dari promosi ini," tuturnya. (*) Lia Andani
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU