Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Dongkrak Sektor Pariwisata, Kadin: Diperlukan Inovasi dan Kegiatan Promosi

Wisata
24 Nov 2016
Dongkrak Sektor Pariwisata, Kadin: Diperlukan Inovasi dan Kegiatan Promosi

 

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendukung pengembangan pariwisata untuk mencapai target yang dicanangkan pemerintah. Salah satu upaya untuk memenuhi target, perlu inovasi dan kegiatan promosi melalui pengembangan industri berbasis budaya.

 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiadi mengatakan industri pariwisata menjadi salah satu ujung tombak peningkatan kesejahteraan ekonomi kerakyatan Indonesia.

 

“Kami bertekad mendukung pencapaian target pemerintah di sektor pariwisata dengan memprioritaskan pengembangan ekonomi kreatif dan industri berbasis budaya,” ujar Pudjiadi dalam keterangannya, Kamis (24/11/2016).

 

Dia menjelaskan perlunya pembinaan dari pihak swasta dan pemerintah kepada para UMKM di daerah pariwisata. Cara ini bisa mendongkrak ekonomi kreatif.

 

Menurutnya, pembangunan destinasi harus memiliki dampak ekonomi yang signifikan dan perlu diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.

 

“Pembangunan destinasi (supply) agar berdampak ekonomi yang signifikan perlu diimbangi dengan infrastruktur yang memadai, insentif keuangan, penciptaan permintaan (demand creation), promosi serta pengembangan sumber daya manusianya,” ujarnya.

 

Adapun Kadin mencatat jumlah tenaga kerja di dalam industri pariwisata yang terlibat langsung dan tidak langsung termasuk industri pendukungnya mencapai sekitar 86,6 juta tenaga kerja.

 

Selain itu, salah satu sektor potensial yang harus dikembangkan untuk menunjang pariwisata adalah Meetings, Incentives, Conferences & Exhibitions (MICE) baik oleh pemerintah maupun swasta yang menciptakan sekitar 260 juta kunjungan per tahun oleh pengunjung domestik saja.

 

“Masih banyak hal yang perlu kita perhatikan untuk menarik banyak kunjungan, bukan hanya dari domestik saja tetapi juga kunjungan dari luar. Oleh karena itu, diperlukan usaha lintas-bidang, lintas-sektoral dan terintegrasi,” kata Kepala Badan MICE Kadin, Budyarto Linggowiyono.

 

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan target industri pariwisata untuk tahun 2019 yang mencakup kenaikan jumlah wisatawan mancanegara dari 9,4 juta pengunjung di tahun 2014 ke 20 juta.

 

Kenaikan kontribusi bidang pariwisata terhadap PDB nasional dari 4% ke 8%, kenaikan jumlah tenaga kerja industri pariwisata dari 10.3 juta ke 13 juta, dan kenaikan ranking daya saing pariwisata Indonesia (versi World Economic Forum) dari posisi 70 dari total 140 negara ke posisi 30.

 

Pemerintah juga menetapkan 10 destinasi prioritas, yaitu Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.  (*)  Albi Wahyudi

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X