
Tuban - Kepala Museum Kambang Putih Kabupaten Tuban Santi Pudji Rahayu mengatakan, jumlah pengunjung Museum Kambang Putih milik pemerintah kabupaten (pemkab) setempat selama 2016 tetap stabil.
"Jumlah pengunjung Museum Kambang Putih rata-rata sekitar 700 orang per bulan," kata Santi Pudji Rahayu, di Tuban, 29/12.
Hanya saja, wisatawan domestik yang berkunjung ke makam Sunan Bonang yang lokasinya berdekatan dengan museum, tidak mampir ke museum.
"Pengunjung museum umumnya wisatawan domestik dengan minat khusus, seperti pelajar," tuturnya.
Bahkan, menurut Bagian Bimbingan Edukasi Museum Kambang Putih, Rony Firman Firdaus, sejumlah pengunjung dari luar negeri yang datang.
"Ada peneliti luar negeri yang melakukan penelitian terkait Agama Islam berdasarkan dokumen yang tersimpan di museum sini," jelas Rony yang juga seorang arkeolog.
Di museum ini tersimpan 5.775 benda purbakala, 40 persen diantaranya berupa keramik China. Sisanya berupa benda purbakala terkait Agama Islam, seperti pohon Kalpataru yang diperoleh dari Makam Sunan Bonang.
Benda purbakala pohon Kalpataru itu, menurut dia, menjadi unggulan di museum setempat karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Selain pohon Kalpataru, benda purbakala yang menjadi unggulan adalah jangkar Kapal Kerajaan Mongol, berikut pedangnya.
Ia menambahkan benda purbakala lainnya yang tersimpan di museum setempat, cukup beragam, mulai zaman prasejarah sampai zaman masuknya Agama Islam.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU