
Jember (7-DC.COM) – Kota Jember, Jawa Timur, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang eksotis tapi juga menyimpan potensi situs peninggalan purbakala warisan dunia. Beragam bentuk batu megalitikum pra sejarah berhasil diinventarisir dan menjadi salah satu destinasi wisata purbakala.
Udara sepanjang jalan menuju kompleks Situs Duplang di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Jember, terasa panas. Namun sesampainya di lokasi situs, udara berubah menjadi segar. Sejumlah pepohonan memayungi areal kompleks seluas hampir 100 meter persegi.
Situs Duplang menyimpan sejarah panjang peradaban manusia nusantara dimasa lampau, yakni merupakan salah satu perkampungan purbakala di Jawa Timur selain Kendal dan Trowulan.
Menurut staf kantor Pariwisata Jember Didik Purbandriyo, meski banyak yang hilang dicuri dan menjadi media vandalisme, namun kini berbagai benda pra sejarah tersebut mulai terinventarisir dengan baik.
“Benda-benda purbakala itu antara lain Menhir yang merupakan batu tegak yang digunakan sebagai benda pemujaan arwah leluhur, Watu Kenong Batu yang berfungsi sebagai tempat persembahan arwah hingga Dolmen yang digunakan sebagai batu kubur,” jelas Didik kepada hariansuara.com.
Situs Duplang diyakini sudah ada sejak abad ke 10, bergantian dengan munculnya Candi Borobudur di abad ke sembilan.
Sejak tahun 1985 situs Duplang menjadi pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala BP-3 Trowulan Mojokerto.
Selain mahasiswa, wisatawan yang berkunjung di Situs Duplang didominasi wisatawan asing dari Jepang, Inggris dan Australia untuk melakukan penelitian.
“Biasanya kami melakukan penelitian di Situs Duplang untuk menambah wawasan dan tugas kuliah”, Ujar Firda, salah satu mahasiswi Universitas di Jember.
Kekayaan yang dimiliki Indonesia ini setidaknya menambah khasanah budaya dan peradaban bangsa atau setidaknya menjadi destinasi wisata pendidikan.(Liputan eksklusif Ari Kumbang)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU