Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

DK PBB Kutuk Pembunuhan Orang Palestina di Gaza

Internasional
16 May 2018
DK PBB Kutuk Pembunuhan Orang Palestina di Gaza

hariansuara.com, New York -  Dewan Keamanan PBB mengutuk pembunuhan besar-besaran warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel.

Pertemuan itu diadakan sebagai tanggapan atas kekerasan hari Senin di Gaza, yang telah menyebabkan kematian setidaknya 60 orang Palestina di tangan pasukan keamanan Israel.

Duta Besar Bolivia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sacha Llorenti, menunjukkan bahwa situasinya itu bukanlah konflik, tetapi "pendudukan".

Keputusan unilateral oleh Amerika Serikat untuk mentransfer kedutaannya ke Yerusalem telah memamaskan situasi, ia menambahkan, mengingat bahwa resolusi 478 (1980) melarang tindakan semacam itu.

"Amerika Serikat, yang mendukung kekuasaan pendudukan, bukan hanya hambatan bagi perdamaian tapi sekarang menjadi bagian dari masalah, bukan solusi," katanya.

Baca juga: Bentrok dengan Tentara Israel di Gaza Timur, Lebih dari 1.000 Warga Palestina Terluka

Nickolay Mladenov, koordinator khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, menggambarkan hari Senin sebagai hari tragedi bagi rakyat Gaza.

"Hati saya terluka hari ini ketika saya mulai dengan mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga orang-orang yang tewas kemarin dan enam minggu terakhir demonstrasi," katanya yang menyerukan semua pihak untuk mengutuk tindakan yang telah menyebabkan hilangnya begitu banyak nyawa.

Israel memiliki tanggung jawab untuk mengkalibrasikan penggunaan kekuatannya dan tidak menggunakan kekuatan mematikan kecuali sebagai upaya terakhir, ketika berada di bawah ancaman kematian atau cedera serius.

Sementara itu perwakilan Rusia mengatakan negaranya mengutuk penggunaan kekuatan terhadap warga sipil.

Baca juga: Bentrok Dengan Tentara Israel di Gaza Timur, 3 Orang Palestina Tewas

Karen Pierce, duta besar Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pertanggung-jawaban para pelaku. "Investigasi independen dan transparan" diperlukan, termasuk penggunaan senjata api oleh Israel dalam situasi semacam itu.

Riyad Mansour, pengamat tetap Palestina kepada PBB, menunjukkan bahwa menggunakan kekuatan semacam itu terhadap warga sipil dapat didefinisikan sebagai terorisme. Ia menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi ini. 

Namun Amerika Serikat memblokir pernyataan Dewan Keamanan yang disusun Senin yang menyerukan penyelidikan independen terhadap situasi itu. Kendati delegasi secara luas mengutuk pertempuran, dengan duta besar Kuwait Mansour Ayyad Al-Otaibi menyatakan penyesalan bahwa Dewan telah gagal untuk mengadopsi rancangan resolusi delegasi hari Senin.

Kuwait akan mengambil tindakan di Majelis Umum PBB untuk memastikan para pelaku pembunuhan dimintai pertanggungjawaban. Dia juga menyerukan langkah-langkah yang akan menawarkan perlindungan internasional kepada rakyat Palestina.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X