
hariansuara.com, Seoul - Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk menunda latihan militer gabungan terkait penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin bulan depan.
Pengumuman pemerintah Seoul pada hari Kamis dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan tingkat tinggi yang ditetapkan minggu depan antara Korea Utara dan Selatan adalah "hal yang baik."
Ketegangan meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah Korea Utara mengadakan peluncuran beberapa rudal dan uji coba nuklir keenam dan paling kuat yang diklaim sebagai bom hidrogen.
Baca juga: AS Salahkan Korea Utara Atas Serangan Cyber WannaCry
Trump juga telah menukar penghinaan pribadi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.
Namun beberapa hari terakhir ini telah ada pelunakan yang langka di kedua sisi setelah Kim dalam pidato Tahun Barunya mengatakan dia bersedia mengirim tim ke Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan.
Kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-In mengatakan kepada Trump penundaan latihan tersebut akan membantu memastikan keberhasilan Olimpiade Musim Dingin.
Baca juga: Tentara Korea Utara Lagi Membelot ke Korsel
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis kemudian mengatakan penundaan tersebut untuk alasan praktis, bukan politis. "Kami kadang-kadang mengubah batas waktu untuk latihan ini karena sejumlah alasan, jadi bagi kami, ini adalah normal ," katanya yang menambahkan Olimpiade adalah acara terbesar di Korea Selatan dalam hal pariwisata internasional
Latihan militer gabungan Korea Selatan dan Washington telah dikritik oleh beberapa kalangan karena menambah ketegangan regional, terutama oleh Beijing dan Moskow. Wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan dia "menyambut" pelonggaran latihan selama Olimpiade.
Dikutip Kantor berita RIA Novosti, Moskow "mengamati dengan puas" bahwa seruan mereka untuk menghentikan manuver telah "diperhitungkan". (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU