Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Studi: Berjalan Sambil Mengunyah Permen Karet Bisa Membuat Badan Kurus

Kesehatan
27 May 2018
Studi: Berjalan Sambil Mengunyah Permen Karet Bisa Membuat Badan Kurus

hariansuara.com, Paris - Lagi mencari rahasia menurunkan berat badan tanpa usaha? Jika ya, salah satu cara yang mudahnya adalah memakan  permen karet saat berjalan.

Cara ini disarankan oleh peneliti Jepang pada Sabtu (26 Mei). Dalam percobaan, kata mereka, denyut jantung dari 46 orang relawan berusia 21 hingga 69 tahun, meningkat ketika mereka diberi permen karet untuk dikunyah sambil berjalan.

Tim melaporkan hal ini ke Kongres Eropa tentang Obesitas di Wina. "Menggabungkan latihan dan mengunyah permen karet mungkin cara yang efektif untuk mengelola berat badan," kata para peneliti,  terutama di negara-negara seperti Jepang di mana berjalan adalah gerakan yang paling banyak dilakukan.

Penelitian sebelumnya menemukan permen karet dapat meningkatkan denyut jantung. Ini adalah studi pertama untuk mempelajari dampaknya pada orang-orang sambil berjalan.

Relawan menyelesaikan dua percobaan berjalan yang masing-masingnya berjalan 15 menit. Mereka mengunyah dua permen karet yang berisi tiga kilokalori. Di sisi lain, untuk perbandingan, mereka berjalan setelah menelan bubuk yang mengandung bahan yang sama dengan permen karet.

Tim kemudian mengukur denyut jantung relawan saat istirahat dan detak jantung saat berjalan, serta jarak yang mereka tempuh pada kecepatan alami, kecepatan berjalan, dan jumlah langkah yang diambil.

"Pada semua peserta, denyut jantung rata-rata secara signifikan lebih tinggi," kata para peneliti. Tim berspekulasi mungkin ada hubungannya dengan "sinkronisasi kardio-lokomotor, sebuah fenomena dimana jantung berdetak dengan gerakan berulang.

Obesitas telah menjadi momok global. Ini meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke, diabetes, dan kanker tertentu. "Metode pencegahan yang efektif dan perawatan untuk obesitas diperlukan," kata para peneliti.

Studi ini diterbitkan dalam The Journal of Physical Therapy Science.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X