.jpeg)
hariansuara.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) merilis sekitar 7 juta orang meninggal setiap tahun karena polusi udara.
Polutan udara seperti partikulat (PM), ozon (O3), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, asma dan COPD dan bahkan kanker paru-paru.
Adalah penting bahwa kita mengambil langkah-langkah tertentu untuk menangkal ancaman ini di rumah kita. Nah, berikut empat tips untuk mengurangi polusi di rumah Anda.
1. Berhentilah merokok di dalam ruangan atau pensiun dari merokok sama sekali
Merokok di dalam ruangan menyebabkan asap terperangkap di udara di dalam dan itu bisa menempel pada hal-hal seperti karpet, kain pelapis dan barang rumah tangga lainnya. Benda ini semua akan membantu bau dan asap berlama-lama di dalam. Tidak hanya membahayakan kesehatan Anda, tapi juga berbahaya bagi seluruh keluarga.
2. Tambahkan tanaman di rumah
Tumbuhan adalah pemurni udara yang alami. Menyediakan tanaman seperti lidah buaya bisa membantu menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk. Plus, lidah buaya memiliki banyak manfaat kesehatan! Snake plant adalah tanaman indoor lain yang dapat memancarkan oksigen dan memurnikan udara di dalamnya. Pohon Pinang, ficus, pakis adalah tanaman lain yang dapat Anda pertimbangkan untuk sifat detoksifikasi udara mereka.
3. Pastikan ada ventilasi yang cukup
Pastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang baik. Buka jendela Anda secara teratur untuk membiarkan udara keluar dan udara baru masuk Jika udara di sekitar rumah Anda terlalu tercemar, pertimbangkan untuk mendapatkan alat pembersih udara. Atau Anda juga bisa mencoba meletakkan kain basah di jendela ventilasi Anda karena bisa membuat setidaknya sebagian polutan keluar.
4. Jagalah agar rumah Anda bebas debu
Debu dapat menumpuk pada barang-barang rumah tangga Anda seperti karpet, kain pelapis, kasur, dan lainnya. Pastikan untuk mencuci, bersihkan, dan keringkan secara menyeluruh.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU