
hariansuara.com, Jakarta - Menghabiskan waktu sendirian itu penting tetapi merasa kesepian bisa berbahaya. Kesepian berpotensi merusak kondisi pikiran dan bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.
Kesepian menyebabkan orang merasa sendirian, tidak diinginkan dan kosong. Orang yang kesepian mendambakan kontak manusia, tetapi sulit bagi mereka untuk berhubungan dengan orang lain.
Menurut banyak ahli, kesepian tidak harus sendirian. Kesepian bisa ada dalam pikiran ketika Anda mulai merasa sendirian dan terisolasi. Faktor-faktor lain termasuk perceraian, isolasi fisik dan pindah ke lokasi baru. Bahkan kematian orang yang dicintai juga dapat menyebabkan perasaan kesepian. Padahal, gangguan psikologis seperti depresi bisa menyebabkan kesepian. Kurang percaya diri dan rendahnya harga diri juga dapat menyebabkan kesepian dan isolasi kronis.
Kesepian memiliki berbagai efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, yang meliputi penyakit kardiovaskular, depresi, bunuh diri, pengambilan keputusan yang buruk, alkoholisme, perubahan fungsi otak, perilaku anti-sosial, dan lainnya
Bahkan ada yang mengatakan kesepian sebagai epidemi zaman modern.
Menurut laporan Asian Age, banyak penelitian telah menemukan hubungan kuat antara kesepian dan risiko untuk sejumlah penyakit, dari penyakit kardiovaskular hingga stroke dan bahkan kematian.
Baru-baru ini ilmuwan mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh sebagai akibat langsung dari kesepian. Psikiater Universitas Harvard, Dr Charles Bullock menjelaskan dalam posting blog untuk universitas tentang kesepian dan mengapa sangat penting kita memperlakukan kesepian dan mengobatinya. Bersosial adalah jawabannya.
Kesepian sebenarnya memiliki efek merugikan pada tubuh. Aktivitas sosial bisa menstimulasi berbagai bagian otak dan itu membantu kita untuk tetap aktif.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU