Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Cara Pfizer Atasi Beban Penyakit Kardiovaskular di Indonesia

Kesehatan
27 Oct 2018
Cara Pfizer Atasi Beban Penyakit Kardiovaskular di Indonesia

hariansuara.com, Jakarta - Pfizer  menyelenggarakan konferensi webinar untuk ketiga kalinya. Konferensi webinar ini merupakan hasil kerjasama dengan American College of Cardiology (ACC) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien penyakit kardiovaskular dengan berbagai risiko.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 450 tenaga kesehatan profesional termasuk ahli jantung, internis, dokter umum dan dokter spesialis melalui pertemuan langsung di Jakarta dan siaran webinar langsung melalui jaringan internet dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Balikpapan, Denpasar, Manado, Malang, Padang dan Pontianak.

Sebelumnya, Pfizer mengadakan dua edisi webinar yang khusus membahas tentang faktor primer dan sekunder penyebab penyakit kardiovaskular. Hingga saat ini, lebih dari 3000 tenaga kesehatan profesional telah mengikuti program edukasi medis Pfizer terkait manajemen kardiovaskular dalam dua tahun terakhir.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. “Ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Faktor-faktor, seperti riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin tidak dapat diubah. Namun, faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia, diabetes mellitus dapat ditangani dengan perawatan dan pencegahan yang tepat. Sebagai tenaga kesehatan profesional, kita perlu memahami semua informasiyang diperlukan agar dapat lebih mengoptimalkan tindakan untuk mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular di masa depan, ”kata Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI)

“Sebagai tenaga kesehatan profesional, sangatlah penting untuk terus memperbarui dan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas terkait penyakit kardiovaskular untuk menawarkan pengobatan yang lebih baik dan efektif, terutama untuk pasien dengan faktor risiko ganda. Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam aksi kolaboratif antara PERKI dengan Pfizer untuk melakukan konferensi webinar ini. Saya berharap kami dapat memberikan dukungan bagi para tenaga kesehatan Indonesia dengan saling berbagi pengetahuan,” kata dr Anwar.

Sebagai gambaran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan menyumbang 35% dari total kematian di Indonesia pada tahun 2016. “Kolaborasi berkelanjutan antara institusi kesehatan, kelompok pasien dan sektor swasta diperlukan untuk menangani penyakit fatal ini. Di Pfizer, kami benar-benar berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan profesional untuk mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular. Dengan menelaah studi kasus terbaru, kami bisa mendapatkan wawasan yang positif dan membangun kapabilitas yang lebih tinggi untuk merawat pasien dengan faktor risiko ganda,” ungkap Handoko Santoso, Direktur Medis Pfizer Indonesia.

Bersama dengan Malaysia dan Vietnam, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara Asia yang dipilih untuk menjadi bagian dari kemitraan Pfizer dan The American College of Cardiology (ACC).

Kolaborasi ini awalnya diluncurkan di Cina pada tahun 2016, dan selanjutnya, program ini diluncurkan di Rusia dan Uni Emirat Arab selama kuartal pertama 2017 dan berlanjut di Mesir dan Arab Saudi. Hal ini diharapkan sejalan dengan pencapaian tujuan acara untuk lebih meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien penyakit kardiovaskular dengan faktor multi- risiko di negara ini.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X