
Jakarta - Virus Zika bisa hidup di mata, peneliti mengatakan Selasa, (6/8/2016) kemarin. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports ini mempelajari efek dari infeksi virus Zika di mata janin, bayi baru lahir dan tikus dewasa.
"Studi kami menunjukkan bahwa mata bisa menjadi reservoir untuk virus Zika," kata Michael Diamond, Profesor di Washington University School of Medicine St Louis yang merupakan salah satu penulis dalam studi tersebut dilansir AFP, Rabu, (7/9/2016).
"Kita perlu mempertimbangkan apakah orang dengan Zika memiliki virus menular di mata mereka dan berapa lama itu benar-benar tetap ada," tambahnya yang mengatakan juga pasien bisa menyebarkan infeksi melalui air mata mereka.
Para peneliti berencana untuk memperluas penelitian mereka untuk memasukkan manusia terinfeksi virus Zika.
Zika hanya menyebabkan gejala ringan seperti demam dan ruam bagi kebanyakan orang, tetapi bagi wanita hamil dapat melahirkan bayi dengan microcephaly, deformasi yang ditandai dengan otak abnormal kecil dan kepala.
“Sepertiga dari bayi yang terinfeksi Zika dalam kandungan memiliki penyakit mata seperti peradangan saraf optik, kerusakan retina atau kebutaan,” kata para peneliti.
Pada orang dewasa, Zika dapat menyebabkan konjungtivitis dan dalam beberapa kasus yang jarang terjadi menyebabkan kondisi di mana bagian dari dinding mata menjadi meradang. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Dalam melakukan penelitian ini, mereka menemukan virus hidup Zika di mata tikus tujuh hari kemudian. Infeksi pada mata berarti, orang dapat terinfeksi Zika hanya melalui air mata yang terkontaminasi.
Ini masih belum jelas bagaimana virus Zika membuat jalan ke mata. Salah satu kemungkinan adalah bahwa ia melintasi "penghalang darah- retina yang memisahkan mata dari aliran darah, perjalanan sepanjang saraf optik yang menghubungkan otak dan mata," kata peneliti tersebut.
Peneliti menemukan materi genetik dari Zika di air mata tikus yang terinfeksi 28 hari setelah infeksi.
"Meskipun kami tidak menemukan virus hidup di air mata tikus, itu tidak berarti bahwa itu tidak bisa menular pada manusia," kata Jonathan Miner, yang mengajar kedokteran di Washington University.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU