
Jakarta - Ilmuwan Brasil membantah nyamuk umum yang dikenal sebagai Culex dapat menularkan virus Zika dan mengatakan nyamuk Aedes aegypti-lah vektor utama penyakit ini.
Pada konferensi pers di Rio de Janeiro, ilmuwan dari Oswaldo Cruz Institute mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan dengan Institut Pasteur di Paris telah mengesampingkan Culex sebagai vektor.
Dilansir dari Xinhua, Rabu, (7/9/2016), tim mengalisis 1.600 nyamuk yang dikumpulkan dari lima daerah yang berbeda di seluruh Brasil. Separuh Culex dan separuh aedes aegypti. Mereka diuji untuk menentukan kesesuaian mereka sebagai Zika vektor.
Para ilmuwan memberi mereka makan bersama-sama dengan darah yang membawa virus Zika.
Mereka menemukan, antara 80 dan 100 persen dari Aedes aegypti membawa virus dengan jumlah besar dalam air liur mereka. Namun, tidak satu pun dari nyamuk Culex menunjukkan hasil yang sama.
Hasil penelitian ini dipublikasikan Selasa kemarin di PLoS (Public Library of Science) Neglected Tropical Diseases.
"Kami memeriksa air liur nyamuk umum untuk melihat apakah kita bisa mendeteksi virus tapi kami tidak menemukan Zika. Ini meyakinkan kita bahwa nyamuk ini tidak mampu menularkan itu," kata Ricardo Lourenco, dokter hewan dari Oswaldo Cruz Institute, yang memimpin proyek tersebut.
Penelitian ini bertentangan temuan pada bulan Juli dari Oswaldo Cruz Foundation, di mana para peneliti mengatakan virus Zika ditemukan dalam air liur Culex meskipun kemampuannya untuk menularkan virus tetap tidak diketahui.
Brasil telah menjadi salah satu negara yang paling parah dilanda Zika meskipun kasus telah menurun secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir setelah kampanye fumigasi besar dan dengan kedatangan musim dingin.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU