Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Vaksin Dengue Sebagai Upaya Tangkal Penyebaran DBD

Kesehatan
20 Feb 2019
Vaksin Dengue Sebagai Upaya Tangkal Penyebaran DBD

hariansuara.com, Jakarta -  Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki beban demam berdarah tertinggi melalui virus yang ditularkan nyamuk, di mana kasus terbanyak ditemukan pada anak-anak.Hal ini membuat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. 

Bahkan, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI disebutkan distribusi kasus DBD sejak minggu pertama 2018 hingga akhir Januari 2019 tertinggi ada di Jawa Timur dengan jumlah kasus 2.657 orang, diikuti Jawa Barat dengan jumlah 2.008 kasus dan NTT 1.169 kasus.

Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Gejala yang akan muncul seperti ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, sakit perut, mudah lelah, gelisah, nyeri belakang bola mata, mual dan muntah terus menerus, kesulitan bernapas, menifestasi pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah atau muntah darah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.

Beberapa metode untuk mengendalikan atau mencegah penularan virus Dengue telah diadaptasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia ke dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang terdiri dari pengasapan (fogging) hingga 3M yaitu menutup, menguras, dan mengubur.

Pengasapan (fogging) ini hanya dilakukan pada lokasi tertentu yang terindikasi positif DBD dan untuk memutus mata rantai penularan nyamuk Aedes aegypti.

Namun, menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) menyatakan bahwa pengasapan (fogging) bukan strategi yang utama dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) sebab fogging hanya menggunakan insektisida sehingga dikhawatirkan terdapat resistensi didalamnya.

Untuk meningkatkan pengendalian dan mencegah merebaknya penularan penyakit DBD, WHO menerbitkan position paper terbaru pada September 2018 terkait vaksin Dengue yang berisikan rekomendasi bagi negara-negara endemik DBD seperti Indonesia untuk mempertimbangkan pengenalan vaksinasi Dengue sebagai bagian untuk mengendalikan beban penyakit.

Vaksin Dengue adalah vaksin untuk mencegah infeksi Dengue atau mengurangi risiko seorang anak terkena infeksi Dengue yang berat. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin ini memiliki hasil efikasi terbaik pada anak berusia 9-16 tahun.

Tetapi perlu diperhatikan sebelumnya, WHO juga telah memberikan pernyataan bahwa vaksin Dengue hanya boleh digunakan bagi orang-orang yang sebelumnya pernah terjangkit penyakit DBD.

Pada bulan Agustus tahun 2016 lalu, vaksin Dengue pertama di dunia mendapat persetujuan dari BPOM. Sejak saat itu, vaksin Dengue tetravalen, yang memberikan perlindungan terhadap 4 tipe virus Dengue, sudah resmi beredar di Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang telah memberi izin edar vaksin Dengue. Saat ini terdapat 20 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin Dengue di antaranya Indonesia, Vietnam, Thailand, Brazil, Meksiko, Honduras dan negara-negara di Uni Eropa.

Untuk menurunkan angka kejadian serta beban ekonomi akibat infeksi Dengue yang begitu tinggi di Indonesia diperlukan tindakan pencegahan yang terintegrasi, salah satunya adalah melalui pemberian vaksin Dengue untuk mengendalikan penyebaran penyakit DBD.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X