Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Singapura-Indonesia Kolaborasi Pendidikan untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Kesehatan
25 Feb 2019
Singapura-Indonesia Kolaborasi Pendidikan untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

hariansuara.com,  Jakarta - Singapore International Foundation (SIF) berkolaborasi dengan YPAC Jakarta (Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jakarta) dan Singapore Health Services (SingHealth) meluncurkan proyek kesehatan selama 4 tahun bernama Occupational Therapy for Children with Special Needs, atau proyek Terapi Okupasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta.

Proyek ini melanjutkan atas keberhasilan inisiatif special education (SPED) SIF sebelumnya, bernama Special Needs Education,yang telah dilaksanakan SIF di Medan pada tahun 2013 - 2015.

Bekerja sama dengan sekolah berkebutuhan khusus, Yayasan Abdi Kasih, lebih dari 100 guru SPED dilatih untuk menerapkan strategi terapi okupasi dan kecakapan dalam proses belajar mengajar di kelas, mengangkat kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus di Medan.

Selama empat tahun ke depan, tim Singapore International Volunteers (SIV), yang terdiri dari terapis okupasi dari KK Women and Children's Hospital (KKH), akan melatih 50 praktisi SPED dari YPAC Jakarta. Bersama-sama, mereka akan berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mengenai terapi okupasi.

Di antara kumpulan peserta pelatihan, tim inti yang terdiri dari 20 master trainers akan menerima pelatihan tambahan untuk membagikan pengetahuan mereka kepada kolega-kolega lain di lapangan. Hal ini akan meningkatkan dampak positif proyek untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas terutama di DKI Jakarta. Lembaga lain di Jakarta yang berpartisipasi adalah Yayasan Sayap Ibu Bintaro, Yayasan Ilmu Padi, Yayasan Tri Asih, Sekolah Khusus Kevala, Klinik Permataku Bintaro, YPAC Semarang, Camila Care Center, RS Hermina, dan Saraswati Learning Centre.

Peserta pelatihan SPED di Indonesia akan menjalani empat komponen pelatihan berupa – pelatihan keterampilan klinis yang mencakup studi banding ke Singapura untuk master trainers yang terpilih; pengembangan dan peningkatan sarana-sarana dan strategi manajemen; sesi bicara di simposium; dan pendidikan publik untuk para pasien dan pengasuh mereka untuk meningkatkan kesadaran akan tata cara perawatan pasien yang baik dan benar.

Pada akhir proyek, peserta akan mendapatkan pemahaman dalam melaksanakan strategi dasar perilaku untuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti autisme dan cerebral palsy. Secara keseluruhan, proyek ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi 2.000 orang di Indonesia, termasuk pasien dan keluarga mereka, guru, sukarelawan, dan terapis pendukung lainnya.

Diadakan di auditorium YPAC Jakarta, kegiatan peluncuran disemarakan oleh Irwansyah, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta), Jean Tan, Direktur Eksekutif SIF, dan Kumala Insiwi Suryo, Ketua YPAC Jakarta.

Jean Tan, Direktur Eksekutif SIF, mengatakan, “Ada banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi keterbatasan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Singapura dan Indonesia. Karena itu, sangat menggembirakan melihat orang Singapura dan Indonesia berkumpul hari ini, untuk berkolaborasi dan meningkatkan standar dukungan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kami juga berharap bahwa kolaborasi baru ini akan semakin memperdalam hubungan antar-masyarakat di kedua negara."

Kumala Insiwi Suryo, Ketua YPAC Jakarta, mengatakan, “Kami senang dapat bermitra dengan SIF dan KKH untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta. Sektor ini beragam dan bergantung pada kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman. Dengan ini, kami yakin bahwa perspektif baru yang diperoleh melalui kemitraan ini akan sangat berharga. Kami sangat senang dapat memperdalam ikatan dengan teman-teman Singapura kami melalui kolaborasi yang bermakna ini. "

Soh Siok Khoon, SIV dan Kepala Layanan Terapi Okupasi  KKH mengatakan, “Dalam peran kami sebagai tenaga medis profesional, kami telah melihat bukti bahwa intervensi awal dan dukungan untuk anak-anak berkebutuhan khusus membawa  perbedaan kepada pertumbuhan dan perkembangan mereka. Memberdayakan anak-anak dan masyarakat memungkinkan dukungan jangka panjang dan hasil yang positif. Kemudian akan menjadi lebih bermakna untuk dapat berbagi dan bertukar pengetahuan serta pengalaman dengan teman-teman kami di Indonesia. Kami berterima kasih atas kesempatan kemitraan ini dan berharap dapat bekerja sama dengan negara tetangga kami."(*) 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X