Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

KKP Soeta Memasang Lavitrap Cegah Zika Masuk Indonesia

Kesehatan
15 Sep 2016
KKP Soeta Memasang Lavitrap Cegah Zika Masuk Indonesia

 

 

Jakarta  - Indonesia mengantisipasi merebaknya virus Zika belakangan ini. Berdasarkan laporan WHO hingga tanggal 8 September 2016 telah terjadi lebih dari 250 kasus Zika Virus di Singapura.

 

Untuk meningkatkan kewaspadaan mencegah kemungkinan virus ini masuk ke Indonesia,  Kemenkes melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Bandara Soekarno Hatta  memasang Lavitrap atau perangkap larva di wilayah Bandara.

 

Kepala KKP dr. Hc. Susanto, MSA, Sp.KP,So mengatakan diperlukan upaya pencegahan dengan pengendalian vektor terhadap nyamuk Aedes Aegypti salah satunya dengan pemasangan Lavitrap di wilayah Bandara.

 

“Tujuan pengendalian vektor adalah upaya untuk menurunkan kepadatan populasi nyamuk Aedes sampai serendah mungkin sehingga kemampuan sebagai vektor menghilang, “ujar Susanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (15/9/2016).

 

Lavitrap atau perangkap larva adalah perindukan nyamuk buatan yang berfungsi menjadi tempat nyamuk Aedes bertelur. Setelah telur berkembang menjadi larva, kemudian larva bergerak ke dasar dan terperangkap d bawah kasa sehingga larva tersebut tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa, kalaupun menjadi nyamuk tidak akan bisa terbang lagi sehingga mati dengan sendirinya. Pemasangan Lavitrap ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai kehidupan nyamuk

 

Lavitrap yang dibuat oleh KKP Soekarno Hatta akan dipasang bersama-sama tim dari AP 2 dan  kader Jumantik di tempat-tempat yang dari hasil survey berpotensi sebagai tempat kehidupan nyamuk.

 

Sebelumnya KKP telah melakukan pemasangan thermal scanner, namun hal ini belum sepenuhnya efektif dalam mengidentifikasi dan memeriksa seluruh penumpang. Hal ini dikarenakan masa inkubasi Virus Zika adalah 2-7 hari setelah terinfeksi virus ini dengan gejala demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki serta nyeri otot dan sendi disertai mata merah dan sakit kepala.

 

Namun tidak semua menunjukkan gejala demam tinggi, bahkan hanya terdapat 1 diantara 5 penderita yang mengalami peningkatan suhu tubuh sehingga identifikasi penderita dengan thermal scan tidak sepenuhnya efektif.

 

Nyamuk rumah mampu bertahan hidup selama 14 hari pada suhu 20 derajat Celcius dan 10 hari pada suhu 25 derajat Celcius. Nyamuk ini mampu terbang sejauh 0,3 km hingga 2,5 km. Aedes aegypti bertelur pada akhir musim hujan, telur diletakan pada air bersih seperti bak kamar mandi, botol botol dan kaleng kaleng bekas. Prinsip utama dalam pengendalian nyamuk adalah bagaimana memutuskan mata rantai atau siklus kehidupan nyamuk.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X