Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Keracunan Miras Oplosan Mengandung Metanol Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

Kesehatan
05 Jul 2019
Keracunan Miras Oplosan Mengandung Metanol Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

hariansuara.com, Jakarta - Kamis (4/7) Sang Ibu mencoba menahan isaknya ketika diminta menceritakan bagaimana anaknya berjuang di rumah sakit 10 hari sebelum lebaran lalu akibat meminum minuman keras yang diduga oplosan. Si Budi (bukan nama sebenarnya) berumur 32 tahun akhirnya harus menghembuskan nafas terakhir ketika kembali sesak nafas setelah sehari keluar dari rumah sakit.

Budi sebelumnya bekerja di Papua selama beberapa bulan. Kemudian dia kembali ke Jakarta untuk sementara waktu sekaligus berlebaran. Seminggu sampai di rumah, Budi diajak teman-temannya berkumpul dan meminum minuman oplosan. 

“Keesokan harinya Budi hanya tidur seharian,” tambah si Ibu sambil menutup sebagian mukanya dengan kerudungnya. Hingga malamnya sampai dini hari Budi tidak tahan lagi, lalu dilarikan ke rumah sakit. Singkat cerita, ibunda mencoba berbagi tentang tragisnya kehilangan anaknya pada peserta sosialisasi Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas di Kampung Beting Remaja, Koja, Jakarta Utara pagi itu.

Selain kehilangan anak, keluarga almarhum Budi juga harus menanggung biaya sebesar 11 juta rupiah untuk perawatan hingga dua kali cuci darah membuang racun dari di dalam tubuhnya. Sayangnya, perawatan Budi tidak ditanggung BPJS, karena dari hasil tes darahnya terkandung alkohol sehingga kondisinya masuk ke dalam kategori sakit akibat menyakiti diri sendiri.

“Akhirnya saya membantu Ibunya almarhum Budi membuat surat pernyataan akan mencicil biaya rumah sakit dan menjaminkan KTP di rumah sakit tersebut,” kenang Ricardo Hutahaean, Ketua RW 19 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Kejadian warga yang keracunan oplosan di wilayah Pak Ricardo sudah cukup awam. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa ada miras oplosan yang menggunakan metanol, dan ini fatal akibatnya, mulai dari kebutaan sampai meninggal dunia. 

Setelah lebaran lalu, Pak Ricardo kehilangan 3 warganya akibat alkohol oplosan. Mereka diduga menenggak miras jika melihat ciri-ciri keracunannya, yaitu pandangan mata buram hingga buta dan/atau nafas cepat lebih dari 25 kali per menit atau meninggal dunia. Almarhum Budi yang sempat mendapatkan perawatan medis, sedangkan dua warga lainnya tidak.

Dokter Lintas Batas (MSF) berinisiatif melakukan penyuluhan di wilayah Pak Ricardo setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Puskesmas Koja. “Sehubungan dengan adanya tiga korban jiwa bulan lalu akibat keracunan metanol, MSF melakukan sosialisasi dan penyadartahuan tentang keracunan metanol di kampung ini,” ujar Lintang Sibarani, staf medis MSF Indonesia. Diharapkan agar warga tahu seperti apa keracunan metanol, gejala atau ciri khusus yang ditimbulkan oleh keracunan metanol itu.

METANOL BAHAN INDUSTRI

Metanol sendiri adalah satu jenis alkohol yang banyak digunakan untuk bahan industri dan sebagai campuran pada cairan pembersih, thinner, cat, pestisida, bahan bakar serta lainnya. “Ia bisa menjadi sangat berbahaya ketika masuk ke dalam tubuh, karena metanol akan berubah menjadi asam format yang sangat beracun,” jelas Lintang. 

Hanya dengan dua sendok makan metanol, sudah dapat membunuh. Pencampuran ini biasanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin menambah keuntungan dari penjualan miras oplosan.

Tahun lalu saja, sebanyak 60 orang meninggal dunia di Cicalengka, Jawa Barat, akibat miras oplosan. Korban keracunan metanol tidak hanya di Indonesia, tetapi di negara lain seperti Iran dan India. Data yang dikumpulkan oleh MSF juga hanya dapat diambil dari pemberitaan di media, sehingga jumlah akuratnya belum ada. Bisa disimpulkan, yang ada hanyalah data ujung dari gunung es. Ditambah lagi, keluarga tidak melaporkan kalau anggota keluarganya yang meninggal akibat menenggak alkohol oplosan.

Penting diketahui tanda-tanda keracunan metanol: dalam 12 hingga 24 jam setelah minum oplosan akan dirasakan sakit kepala atau nyeri dada, gangguan pencernaan atau sakit perut, muntah-muntah atau diare, mata buram, nafas terengah-engah lebih cepat dari biasanya melebihi 25 kali per menit. Dua gelaja terakhir ini adalah ciri khusus keracunan metanol. Jika melihat anggota keluarga atau orang di sekitar mengalami gelaja tersebut setelah meminum miras oplosan, bawalah segera ke rumah sakit. Penting untuk memberikan informasi kepada petugas kesehatan tentang riwayat si pasien yang minum alkohol oplosan dalam 12 atau 24 jam sebelumnya.

Kegiatan yang diikuti oleh belasan anak remaja dan ibu-ibu kader PKK serta guru PAUD Kampung Beting ini juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Koja dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Kami sudah lama berkomunikasi dengan MSF dan saya sampaikan bahwa anak-anak ini punya hak yang sama, tapi kondisinya sebagian dari mereka berada di luar sekolah. Jadi terima kasih MSF sudah terlibat dalam kegiatan mereka di sini,” kata Desi Priyanthy, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan DKI Jakarta. 

Desi berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan masuk ke dalam kegiatan-kegiatan yang sudah ada di masyarakat. Anak-anak yang termarjinalkan bisa mendapatkan informasi yang baik dan benar, sehingga mampu menjauhkan diri dari dampak negatif akibat mengambil keputusan yang buruk karena ketidaktahuan. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X