Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Menkes Resmikan Industri Bioteknologi Mikroalga Pertama di Indonesia

Kesehatan
26 Jul 2019
Menkes Resmikan Industri Bioteknologi Mikroalga Pertama di Indonesia

hariansuara.com, Kendal - Untuk pertama kalinya berdiri industri bioteknologi berbasis mikroalga di Indonesia. Menkes Nila F. Moeloek meresmikan beroperasinya industri bioteknologi di PT Evergen Resources (PT ER) bertempat di Kendal, Jawa Tengah.

Kelak, Indonesia dapat secara mandiri mengembangkan budidaya mikroalga untuk menghasilkan bahan baku sediaan farmasi. Pada tahap perdana, akan diproduksi astaxanthin yang dibutuhkan untuk di industri farmasi, kosmetika dan makanan. Sejauh ini kebutuhan akan bahan baku sediaan ini masih diimpor dari Jepang, China dan India. 

"Industri farmasi di Indonesia terus berkembang dan menjadi bidang usaha yang menarik," tegas Menkes dalam sambutannya. 

Terlihat dengan terjadinya joint venture antara industri farmasi luar negeri, seperti Belanda, Jerman, Korea Selatan, dan India dengan industri farmasi nasional. Baik untuk memproduksi bahan baku maupun produk obat. Diharapkan, dapat terjadi transfer teknologi sehingga selanjutnya dapat mengurangi ketergantungan impor. 

Untuk mengembangkan industri bahan baku sediaan farmasi di Indonesia dan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes No. 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Ini menjadi acuan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan industri, khususnya industri bahan baku sediaan farmasi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku sediaan farmasi. 

Menkes berharap ke depan, industri bioteknologi berbasis mikroalga semakin berkembang, inovatif, mengutamakan pemenuhan standar mutudan juga dapat berkiprah di pasar global di mancanegara. 

Sesuai dengan nilai yang diemban perusahaan, disampaikan oleh pendiri dan CEO, Siswanto Harjanto, bahwa PT. Evergen, singkatan dari Forever Generate, akan terus menghasilkan dan berinovasi. Di masa mendatang, mikroalga haematococcus pluvialis (penghasil Astaxanthin) akan disusul  oleh berbagai jenis mikroalga lainnya. Dalam pembudidayaan mikroalga ini akan menghadapi banyak tantangan, mulai dari skala laboratorium, skala percobaan yang lebih besar (scale up), sampai skala komersial.

Namun, hal itu tak mengecilkan semangat anak-anak muda lulusan universitas di Indonesia yang bekerja di perusahaan itu. Terbukti, mereka berhasil mencapai target  yang ditetapkan,  yaitu Indonesia memiliki industri bioteknologi berbasis mikroalga dan menghasilkan produk- produk inovatif dan kompetitif yang membanggakan dan diakui dunia internasional. Selama ini industri bioteknologi berbasis mikroalga dikuasai oleh perusahaan di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Israel, Jepang, dan beberapa negara Eropa. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X