
Jakarta – Terkadang menjaga kesehatan mental membutuhkan bantuan profesional. Anda mungkin membutuhkan terapis, atau bahkan obat-obatan untuk mengatasi gangguan seperti depresi atau kecemasan.
Tetapi untuk menjaga kesehatan mental tidak harus dengan cara itu. Beberapa studi menunjukkan, Anda dapat melakukannya sendiri (do it yourself). Dilansir LiveSciene, Senin, (26/9/2016), berikut sembilan cara meningkatkan dan menjaga kesehatan mental Anda
Tetapkan tujuan, Tetapi Tidak Memikirkan Kegagalan
Sebagian orang perfeksionis dalam beberapa bidang kehidupan. Memiliki tujuan yang diharapkan dapat menjadi langkah pertama menuju sukses, tetapi penelitian menemukan bahwa tingkat perfeksionisme terkait dengan kesehatan yang buruk dan meningkatkan risiko kematian. Perfeksionisme juga dikaitkan dengan depresi postpartum.
Perfeksionisme memiliki dua aspek yaitu perfeksionis cenderung menetapkan tujuan yang tinggi untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka cenderung khawatir tentang hal itu jika mereka gagal untuk mencapai tingkat tersebut. Memiliki tujuan yang besar tidak masalah selama tidak mendatangkan malapetaka pada kesehatan mental. “Trik untuk mengatasi jebakan perfeksionisme ini menetapkan tujuan tanpa memikirkan kegagalan pribadi,” kata Andrew Hill, psikolog olahraga di York St. John University di Inggris.
Pergi ke Luar
Sebuah penelitian di Juni 2015 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Science menemukan, menghabiskan 90 menit berjalan di alam dapat menurunkan aktivitas otak di daerah yang disebut korteks prefrontal subgenual. Daerah ini aktif ketika kita sedang merenungkan pikiran negatif.
Sebuah studi dalam jurnal Environmental Science & Technology 2010 menemukan bahwa 5 menit di ruang hijau dapat meningkatkan harga diri. Dalam sebuah studi tahun 2001 yang diterbitkan dalam jurnal Lingkungan dan Perilaku, waktu di ruang hijau bahkan meningkatkan gejala ADHD pada anak-anak dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan santai di dalam ruangan misalnya, menonton TV.
Meditasi
Meditasi mungkin terlihat seperti orang yang duduk-duduk saja tanpa melakukan apa-apa. Namun, hal itu bagus untuk otak. Penelitian telah menemukan bahwa meditasi bermanfaat bagi kesehatan mental seseorang. Sebagai contoh, sebuah studi di jurnal PLOS ONE 2012 menemukan bahwa orang yang terlatih untuk bermeditasi selama enam minggu menjadi kurang kaku dalam berpikir daripada orang tanpa pelatihan meditasi. Hal ini menunjukkan meditasi dapat membantu orang dengan depresi atau kecemasan dengan mengalihkan pikiran mereka jauh dari pola berbahaya.
Olahraga
Melakukan olahraga bukanlah sesuatu yang sulit. Sebuah penelitian di jurnal Neurology 2012 menemukan bahwa melakukan latihan fisik dapat mensehatkan mental Anda. Penelitian yang menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) terhadap mereka yang berumur 70-an. Di antara 638 peserta, mereka yang berjalan atau melakukan latihan lain beberapa kali seminggu menunjukkan penyusutan otak yang kurang dan koneksi otak lebih kuat daripada mereka yang tidak bergerak.
Latihan bahkan menjadi bagian dari pengobatan untuk orang dengan gangguan mental yang serius. Sebuah review di Journal of Clinical Psychiatry 2014 menemukan aktivitas fisik mengurangi gejala depresi pada orang dengan penyakit mental, dan bahkan mengurangi gejala skizofrenia.
Bermurah Hati dalam Hubungan Anda
Hubungan memberi adalah hubungan yang bahagia, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family tahun 2011. Dalam studi tersebut, pasangan yang bermurah hati dengan anak-anaknya satu sama lain lebih puas dalam pernikahan mereka. Selain itu, studi menunjukkan bahwa menjaga hubungan berkomitmen yang kuat dapat menjadi keuntungan besar bagi kesehatan mental Anda.
Menjadi murah hati dalam hubungan non-romantik pun dapat memberikan dorongan kesehatan mental. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang membantu orang lain di tempat kerja dilaporkan menjadi lebih bahagia dengan kehidupannya.
Carilah makna, bukan kenikmatan
Sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa orang yang bahagia dalam hidup adalah ketika mereka melakukan kegiatan yang berarti daripada mereka yang fokus pada hedonisme. Peneliti dari University of Louisville meminta responden untuk menyelesaikan survei setiap hari selama tiga minggu tentang kegiatan sehari-hari mereka. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang tingkat kebahagiaan mereka dan kepuasan hidup secara umum.
Penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality, menemukan bahwa lebih banyak orang berpartisipasi dalam kegiatan pribadi yang bermakna seperti membantu orang lain atau mengejar tujuan hidup yang besar. Mencari kesenangan tidak meningkatkan kebahagiaan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU