Jakarta - Indonesia sedang menghadapi transisi epidemiologi. Di tengah perubahan gaya hidup dan pola makan dalam kehidupan modern, masyarakat menghadapi beban ganda. Selain kasus penularan penyakit infeksi masih tinggi, Indonesia dihadapkan pada terus meningkatnya kasus penyebaran penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus terus bertambah di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyebut, penyakit jantung menempati urutan pertama penyakit yang menyebabkan kematian di dunia.
dr. Antono Sutandar Sp.JP(K) dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Siloam, mengatakan, penyakit jantung adalah penyakit pembuluh darah yang manifestasi pembuluh darah ini terdapat dibagian tubuh , namun manifestasi utamanya adalah terdapat dijantung.
“Stadium penyakit jantung coroner ada beberapa, stadium satu cuma penyempitan saja dimana belum terjadi kerusakan otot-otot jantung. Stadium yang kedua adalah penyempitan plusterjadi gumpalan darah sehingga terjadi kerusakan otot jantung, “ ujar dr. Antono di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, (24/9/2016) kemarin.
Kerusakan otot jantung yang lebih luas biasanya disebut gagal jantung, gagal jantung merupakan ketidakseimbangan antara kemampuan kerja jantung dan beban kerja jantung.
“Jika otot jantung tersebut kerusakannya sudah melebihi jumlah tertentu, kemampuan otot jantung sudah sangat berkurang, sehingga untuk beban kerja yang ada reservenya sudah sangat terbatas. “ katanya
Dan untuk mengenal gejala penyakit jantung pada stadium satu, keluhan awalnya seringkali hanya terjadi pada saat orang melakukan aktifitas yang cukup tinggi.
dr. Ananto menambahkan, aktifitas olah raga adalah sistem alarm yang paling baik yang diberi Tuhan untuk memberi tahu agar diketahui ada masalah jantung. “Kalau kita tidak beraktifitas ada seringkali manifestasi penyakit jantung pertama, bisa pada saat kegiatan yang minimal atau bahkan dalam bentuk serangan jantung , “ imbuhnya.
Kemudian untuk mengenali gejala penyakit jantung pada stadium kedua adalah pada saat ditemui gumpalan darah dan terjadi kerusakan otot jantung.
dr Antono mengatakan, pada staduium ini, keluhannya seringkali akan terjadi pada aktifitas fisik yang rendah, misalnya jalan cepat sedikit dari jarak yang pendek, bahkan sakit itu juga bisa terjadi pada saat istirahat.
Selain itu, stadium penyakit jantung yang ketiga dimana kerusakan otot jantung sudah begitu parah sehingga fungsi jantung yang normalnya sekitar 60 %, jika fungsi jantung itu sudah turun menjadi 35 % hingga mencapai 40%, penderita akan mulai rentan dengan gagal jantung (ketidakseimbangan antara kinerja jantung atau kemampuan kerja jantung dan beban kerja jantung). Hal ini biasanya dirasakan pada pasien bukan hanya sakit dada saja namun merasakan sesak sehingga aktifitasnya menurun.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU