Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Pesepakbola Punya Peluang Lebih Tinggi Derita Demensia

Kesehatan
24 Oct 2019
Pesepakbola Punya  Peluang Lebih Tinggi Derita Demensia

hariansuara.com, Jakarta - Pesepakbola profesional memiliki peluang tiga setengah kali lebih tinggi menderita penyakit degeneratif seperti demensia dan Parkinson, ungkap sebuah studi Universitas Glasgow.

"Ini adalah studi terbesar yang meneliti secara rinci penyakit neurodegeneratif dalam olahraga apa pun, bukan hanya pemain sepak bola profesional," kata konsultan ahli saraf Proifessor Willie Stewary, yang memimpin penelitian.

Dalam temuannya, para peneliti membandingkan penyebab kematian 7.676 mantan pemain sepak bola profesional Skotlandia yang lahir antara 1900 dan 1976 melawan lebih dari 23.000 individu dari populasi umum.

Penelitian yang didanai oleh Asosiasi Sepak Bola (FA) dan Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) menemukan bahwa mantan pemain sepak bola profesional memiliki tingkat kematian sekitar tiga setengah kali lebih tinggi akibat penyakit neurodegeneratif daripada yang diperkirakan.

"Kekuatan desain penelitian kami adalah kami dapat melihat secara rinci pada tingkat subtipe penyakit neurodegeneratif yang berbeda," kata Stewart.

Analisis ini mengungkapkan bahwa risiko berkisar dari peningkatan 5 kali lipat pada penyakit Alzheimer, peningkatan sekitar 4 kali lipat pada penyakit neuron motorik, hingga 2 kali lipat penyakit Parkinson pada mantan pemain sepak bola profesional dibandingkan dengan kontrol populasi.

Studi ini juga menemukan bahwa meskipun pesepakbola memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit neurodegeneratif, mereka lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit lainnya, seperti penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.

"Data kami menunjukkan mantan pemain sepak bola memiliki tingkat demensia yang lebih tinggi, mereka memiliki tingkat kematian yang lebih rendah karena penyakit utama lainnya. Dengan demikian, setiap upaya harus dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif untuk memungkinkan risiko ini, "tambah Stewart.

Greg Clarke, ketua FA, badan pengatur sepak bola di Inggris, mengatakan bahwa studi ini paling komprehensif yang pernah dilakukan tentang penyakit neurodegeneratif pada mantan pemain sepak bola profesional.

"Adalah penting bahwa keluarga sepakbola global sekarang bersatu untuk menemukan jawaban dan memberikan pemahaman yang lebih besar tentang masalah kompleks ini FA berkomitmen untuk melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya, "tambah Clarke.

Gordon Taylor, kepala eksekutif PFA, melanjutkan bahwa temuan ini adalah masalah yang sangat penting. Sekarang adalah kewajiban sepakbola secara global untuk bersama-sama mengatasi masalah ini secara komprehensif. Penelitian harus terus menjawab pertanyaan yang lebih spesifik tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi faktor risiko.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X