Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Susu Kental Manis tidak Cocok untuk Anak Usia di Bawah 3 Tahun

Kesehatan
03 Dec 2019
Susu Kental Manis tidak Cocok  untuk Anak Usia di Bawah 3 Tahun

hariansuara.com, Jakarta - Susu kental manis sejatinya bukanlah produk hewani bergizi tinggi. Sebab, dalam proses pembuatannya, susu kental manis dibuat dengan menguapkan sebagian air dari susu segar (hingga 50%) dan kemudian ditambahkan dengan gula sebanyak 45 – 50%. Karenanya, susu kental manis bukan lagi termasuk kategori minuman bergizi.

Penjelasan tentang susu kental manis tersebut disampaikan oleh Yayan dari perwakilan Balai POM Jakartasaat menghadiri hasil penelitian tentang Kebiasaan Konsumsi Susu Kental Manis dan Dampaknya terhadap Gizi Buruk Anak, pada  Selasa (26/11/2019) lalu. Penelitian bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Aisyiyah dilakukan di 3 propinsi dengan prevalensi stunting tinggi di Indonesia, yaitu Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara pada periode Agustus – Oktober 2019.

"Kami menyampaikan terimakasih atas penelitian YAICI bersama PP Aisyiyah yang menemukan bahwa susu kental manis juga telah menyebabkan gizi buruk dan kurang baik terhadap anak-anak berusia 3 dan 5 tahun. Hasil penelitian ini akan menjadi masukan dan kajian bagi kami dalam membuat peraturan terkait SKM ke depan," ujar Wulan.

Anggapan susu kental manis sebagai pengganti ASI merupakan persepsi yang sangat salah. Yayan melihat bahwa selama bertahun-tahun ada penyesatan informasi dari para produsen terhadap masyarakat. Karena itu persepsi masyarakat tentang susu kental manis yang selama ini menganggap memiliki kandungan gizi tinggi harus diluruskan.

Senada dengan Yayan, Rian Anggraeni dari Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes mengatakan bahwa susu kental manis tidak cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang masih  membutuhkan lemak dan protein tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan. "Dari pemerintah sudah banyak sekali melakukan edukasi tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Termasuk disini edukasi pola asupan makanan dan minuman yang bergizi untuk ibu dan balita. Sebaiknya memang batas usia dilarang konsumsi SKM mulai bayi sampai usia 3 tahun," jelas Yayan.

Hasil penelitian menunjukan sebanyak 35,9% responden memberikan minuman susu kental manis/krimer kental manis kepada anaknya setiap hari. Dengan kata lain, 3 dari 10 anak responden setiap hari minum susu kental manis/ krimer kental manis. Adapun responden adalah ibu dengan anak usia berusia 0-59 bulan (0 – 5 tahun). Total responden berjumlah 2.096, tersebar di 9 kota/kabupaten di  3 Provinsi, yakni Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara dengan jumlah responden di masing-masing kota/kabupaten 214-240 orang ibu.

Dari 35,9% responden ibu tersebut, sebanyak 22% responden memberikan minuman susu kental manis/ krimer kental manis dengan porsi 1 gelas. Dan ada 4% responden yang  memberikannya lebih dari 1 gelas. Sedangkan dalam takaran pemberian susu kental manis/ krimer kental manis, sebanyak 26% responden memberikan dengan takaran lebih dari 3 sendok makan dalam 1 gelas. Hanya 13% responden yang memberikan dengan takaran kurang dari 3 sendok makan.Fakta ini sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa ketergantungan anak- anak terhadap minuman susu kental manis/ krimer kental manis sangat tinggi.

Fakta lain yang tak kalah mengejutkan, bahwa sebanyak 37% responden masih beranggapan susu kental manis/ krimer kental manis adalah susu. Dengan kata lain, menunjukkan bahwa 1 dari 3 ibu di 3 Provinsi tersebut percaya susu kental manis/ krimer kental manis (SKM/KKM) adalah produk minuman yang menyehatkan anak.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X