
Jakarta - Lalu lintas yang macet, polusi udara, jalan-jalan padat, debu trotoar menjadi hal biasa yang sering ditemui di kota-kota besar. Tidak mengherankan juga banyak orang yang hidup di kota besar mudah terjangkiti oleh stres.
Beberapa penelitian menunjukkan penduduk kota 21%-nya rentan terkena gangguan kecemasan, dan 39% peningkatan risiko gangguan. Mengingat 66% dari populasi dunia diperkirakan akan tinggal di kota-kota pada tahun 2050, dampak dari kehidupan perkotaan pada kesehatan mental telah menjadi hal penting daripada sebelumnya.
Akibat stres jika melansir dari Wikipedia dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku. Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis.Terdapat riset yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.
Stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan gejala stres yang berkaitan dengan perilaku perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur.
Jadi, bagaimana caranya menghilangkan stres dalam diri berikut solusi sederhananya
Pergi ke Taman
Jika Anda tinggal di sebuah apartemen atau rumah yang dikelilingi oleh jalan sibuk penuh dengan lalu lintas, bunyi klakson, orang-orang berteriak, dan sampah di jalan, hal ini bisa menyebabkan stres dan memiliki efek negatif pada suasana hati Anda. Menghabiskan waktu di ruang hijau atau taman adalah salah satu cara untuk memerangi stres.
Menurut Dr Andrea Mechelli dari Kings College University, ada efek yang benar-benar kuat dari ruang hijau. “Kita tahu bahwa orang-orang yang tinggal di dekat taman, misalnya, memiliki sedikit risiko pengembangan depresi," tuturnya dilansir CNN, Rabu, (12/10/2016).
"Kelebihan kapasitas, kebisingan dan bahkan mungkin polusi memiliki dampak negatif, terutama pada mereka yang memiliki penyakit mental.”
Kenalilah Lingkungan Anda
Merasa nyaman atau di rumah juga dapat meningkatkan kondisi mental Anda. "Memiliki kesadaran untuk memperhatikan lingkungan Anda misalnya dapat meningkatkan perasaan keterkaitan dengan kota Anda," Dr. Mazda Aldi, head of the Fliedner Clinic, and a stress researcher at Charité hospital Berlin, Jerman.
Melakukan hal ini dapat meningkatkan seberapa terkait Anda merasa bagian dari lingkungan sendiri. Pada gilirannya, ini membuat Anda lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
Menjauh dari Mobil dan Motor
"Menggunakan mobil dan motor sangat menegangkan bagi orang-orang di kota-kota, sedangkan berjalan atau bersepeda untuk bekerja misalnya, jauh lebih baik untuk kesehatan mental Anda," kata Aldi. " Kita tahu bahwa mengendarai mobil di lalu lintas kota yang padat dan semrawut menempatkan hormon stres Anda”
Mencari Suara Kebisingan
Hal sederhana, contohnya jika tidak bisa tidur di malam karena aada suara bising di luar rumah, hal terbaik untuk dilakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan kebisingan. Meskipun Anda mungkin tidak dapat menghentikannya, mengetahui penyebabnya saja dapat mengurangi stres Anda, karena meningkatkan perasaan Anda berada dalam kendali.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU