
hariansuara.com, Jakarta - Massa kehamilan mesti jadi momen khusus bagi perempuan untuk menjaga kesehatan dan mendongkrak nutrisi. Dengn asupan sehat maka bisa memaksimalkan perkembangan calon bayi dalam kandungan.
Dikutip hariansuara dari The Gulf News, Senin, 27 Juli 2020, memilih asupan makanan mesti cermat. Pilih menu makanan yang benar-benar baik untuk kesehatan tubuh.
Namun, kadang seorang ibu hamil pun bingung menentukan mana makanan yang sehat dan tidak. Kadang menurut perspektif pribadi, sehat, tapi sebenarnya menu asupan itu tidak demikian.
Nah, dikutip dari healthline, ada beberapa menu makanan yang tak sehat dan bisa bahayakan ibu hamil. Hal ini penting dan wajib diketahui.
1. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi
Untuk asupan ini sebaiknya jadi catatan penting. Jangan ceroboh konsumsi ikan yang ternyata mengandung merkuri tinggi. Memang dari sejumlah jenis ikan ada kandungan merkuri, tetapi tidak sama kadarnya.
Dengan merkuri itu akan jadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal. Dampak merkuri sudah terlihat dari ancaman yang ditimbulkan kepada anak-anak yang bisa sebabkan hambatan pada perkembangan otak.
Pun, jenis ikan yang punya kadar merkuri tinggi diketahui pada king mackerel, hiu, marlin, dan ikan todak. Sementara, ikan dengan kadar merkuri yang aman dikonsumsi ibu hamil karena kandungan merkurinya rendah adalah teri, sarden, lele, salmon, serta tilapia (nila dan mujair).
2. Ikan mentah
Menu ini juga jangan disepelekan. Konsumsilah ikan yang sudah dimasak matang. Tak baik konsumsi ikan yang belum matang atau cuma setengah matang.
Perlu diketahui, ikan yang tak dimasak dengan matang berpotensi mengandung infeksi virus, bakteri, atau parasit seperti norovirus, dan vibrio.
Dampak dari beberapa virus tersebut bisa membuat ibu hamil mengalami dehidrasi dan lemah. Pada kasus yang lebih serius, bayi dalam kandungan juga bisa terdampak.
3. Daging jeroan
Tak baik konsumsi menu ini karena jeroan yang berlebihan mengandung vitamin A hewani. Kandungan ini tak dianjurkan selama kehamilan.
Alasannya bila terlalu sering makan akan menyebabkan keracunan vitamin A. Selain itu, kadar tembaga yang sangat tinggi bisa menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati.
4. Sayuran dan kecambah mentah atau setengah matang
Poin ini juga penting, karena menurut sumber medical Nes Today, ada sejumlah jenis sayuran dan kecambah yang bisa mengandung bakteri seperti salmonela dan E-coli. Bakteri ini bisa berdampak infeksi.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Microbiology and Infection menyebut, infeksi bakteri dengan adanya E-Coli berpotensi menimbulkan kerugian kesehatan yang fatal.
5. Susu yang tidak dipasteurisasi
Untuk asupan ini perlu diketahui bahwa susu yang tak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria. Bakteri ini berbahaya karena ditularkan kepada bayi yang belum lahir melalui plasenta.
Faktor ini berpengaruh terhadap kehamilan. Jika tak menunjukkan tanda-tanda penyakit pada fisik, kemungkinan bisa berakhir dengan persalinan prematur atau keguguran. Dampak lainnya, janin bisa lahir mati, atau mengalami masalah kesehatan serius lainnya. (*) nis/lia FOTO: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU