Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Vaksin Covid-19 Bisa Diproduksi Lebih Cepat, Pakar: Beda Dulu dan Sekarang

Kesehatan
03 Nov 2020
Vaksin Covid-19 Bisa Diproduksi Lebih Cepat, Pakar: Beda Dulu dan Sekarang

hariansuara.com, Jakarta - Rencana pemerintah yang akan memberikan vaksin Covid-19 belum disertai dengan pengetahuan kepada masyarakat. Sosialisasi pemerintah yang minim membuat pengetahuan masyarakat terbatas soal vaksin.

Pun, hal ini juga menyangkut kabar pembuatan vaksin yang bisa dipercepat. Ahli Virologi Universitas Udayana, Ngurah Mahardika, menjelaskan proses pembuatan vaksin yang bisa dilakukan dalam waktu cepat.

Menurut dia, dengan perkembangan teknologi saat ini memungkinkan untuk membuat vaksin lebih cepat. Kata dia, era sekarang berbeda dari dulu.

"Kalau dahulu kan harus dapat agennya dulu yang murni. Setelah itu diperbanyak, dan kemudian baru disiapkan vaksin. Itu yang menempuh waktu yang lama. Zaman sekarang, teknologi telah memungkinkan kita melakukannya dengan cepat," kata Ngurah, dalam keterangan resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, yang dikutip Selasa 3 November 2020.

Menurut Ngurah, pembuatan vaksin di zaman sekarang tak perlu lagi menjadi agen penyakit agar dibuatkan sintetis. Ia menambahkan, untuk pembuatan vaksin zaman dahulu perlu waktu lama karena butuh proses dalam bibit vaksin.

"Pembuatan vaksin pada zaman dahulu memakan waktu lama mencari bibit untuk vaksin. Namun saat ini mencari bibit hanya perlu waktu dalam hitungan bulan saja. Beda dulu dan sekarang," jelas Ngurah.

Dia menjelaskan setidaknya ada empat jenis vaksin yang dibedakan berdasarkan bahan dasarnya. Pertama, berbasis virus murni yang sudah dimatikan sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Kemudian, ada pula yang berbasis DNA atau mRNA.

Selanjutnya, ketiga ada vaksin berbasis adenovirus, dan terakhir adalah vaksin berbasis protein. 

"Ragam basis vaksin ini punya kelebihan dan kekurangan tentunya, seperti vaksin berbasis virus yang dimatikan yang saat ini diujicobakan di Indonesia adalah jenis paling lazim, sehingga regulasi penggunaanya jauh lebih ringkas," ujar Ngurah. 

Untuk vaksin basis DNA dan adenovirus sejauh ini belum ada contohnya. Vaksin basis ini perlu regulasinya sehingga prosesnya memakan waktu lama," kata Ngurah.

Namun, ia mengingatkan dalam teknologi perlu mengakselerasi penemuan vaksin. Maka itu, ada beberapa faktor kunci yang tak boleh dikesampingkan dalam prosedur yaitu memastikan tingkat keamanannya. 

Selanjutnya, ia menambahkan pada dasarnya peneliti dan pengembang vaksin tak mengompromikan aspek kualitas, daya guna, dan keamanannya. Hal ini termasuk keamanan vaksin Covid-19 yang hendak ditemukan, harus terjamin.

Dia memaparkan uji fase pra klinis yang awalnya dilakukan pada hewan. Berlanjut ke fase I yang melibatkan relawan manusia. Kedua, masih relawan manusia, namun dengan jumlah yang mencapai ratusan.

Selanjutnya, fase III yang melibatkan ribuan relawan. Ia menekankan dalam uji klinis di setiap fase, aspek keamanan dan daya guna jadi perhatian penting.

"Apalagi saat fase III, ketika melibatkan ribuan hingga puluhan ribu orang," ujar Ngurah. 

Selain itu, kelayakan vaksin juga terus dipantau setelah beredar di masyarakat. Kata dia, vaksin akan terus dimonitor dan diaduit untuk terus menerus memastikan keamanan vaksin yang beredar. 

Ngurah berpandangan, Indonesia berpotensi mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri.

Dia menambahkan, kerjasama bertujuan untuk mendapatkan data berkualitas tinggi. Peneliti dan ilmuwan di Indonesia juga membuka data-data kajian dalam negeri untuk memberikan sumbangsih kepada keilmuan dunia dan menerima input positif dari peneliti luar negeri. 

"Tanpa kerja sama, saya kira kita mampu, tapi untuk mencapai kemajuan yang pesat dirasa perlu dengan jalan kerjasama antarnegara dan keilmuan dunia," katanya.(*) umi/stm       FOTO: Uji klinis vaksin/IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X