
hariansuara.com, Jakarta - Aktivitas berkerumun dan tak mematuhi protokol kesehatan masih tinggi di berbagai daerah termasuk Ibu Kota Jakarta. Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan dari data perubahan diketahui masih tingginya ketidakpatuhan terhadap protokol.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito tak bosan mengingatkan agar semua elemen masyarakat bisa patuh terhadap kedisplinan dalam 3M: mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker.
Dia mengatakan agar masyarakat juga bisa saling mengingatkan agar menjaga protokol kesehatan. Bukan justru sebaliknya malah jadi terkesan abai.
“Begini kami ingatkan terus karena pelanggaran protokol kesehatan itu masih tinggi. Jaga jarak dan wajib patuhi protokol adalah suatu keharusan," ujar Wiku dikutip hariansuara dari laman Youtube BNPB Jakarta, Jumat, 13 November 2020.
Ia khawatir jika masyarakat sudah abai dan tak peduli dengan sekitarnya yang melanggar maka akan banyak terjadi kerumunan. Hal ini yang berpotensi memunculkan klaster penularan.
“Ingat itu ada dampaknya seperti kerumunan karena akan membawa risiko penularan tidak hanya untuk Anda sendiri, tapi juga bagi orang-orang terdekat,” jelas Wiku.
Kemudian, ia bilang efektiftas penekan risiko penularan bis optimal dengan penerapan 3M. Ia mengatakan semua elemen harus tergerak hatinya karena pandemi belum berakhir.
“Berhati-hati dan cermatlah karena pandemi masih berlangsung. Jangan lengah untuk pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah aktifitas,” ujarnya.(*) umi/lia FOTO: ANTARA
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU