
hariansuara.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 yang belum berakhir diingatkan akan berpotensi terhadap kesehatan terutama terpapar long Covid-19. Potensi itu kemungkinan besar mengjangkiti orang yang memiliki penyakit dasar seperti jantung.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI Rumah Sakit Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, long Covid-19 ini bisa menyasar terhadap masyarakat yang memiliki penyakit bawaan lainnya seperti paru-paru kronis. Maksud dari long Covid-19 sebagai penurunan kondisi tubuh imbas terpapar Covid-19.
“Contohnya adalah pasien yang sudah memiliki penyakit dasar atau komorbid seperti jantung, paru kronik. Ini yang harus diwaspadai karena itu akan lebih mudah mengalami masalah long Covid-19 karena dia juga sudah ada penyakit dasarnya,” kata Agus, dalam kanal Youtube BNPB, Jumat, 4 Desember 2020.
Agus melanjutkan, kategori long Covid-19 ini juga harus diwaspadai kalangan orangtua lanjut usia. Ia menyinggung buruk kebiasaan merokok bagi lansia yang berpotensi terjadi long Covid-19.
Terkait potensi long Covid-19 terhadap pasien muda, ia mengatakan bisa terjadi. Menurutnya, meski tak memiliki penyakit bawaan bukan jaminan long Covid-19 tak muncul.
“Itu bisa terjadi, sangat bisa. Makanya hati-hati terapkan gaya hidup sehat," jelasnya.
Dari data yang diperolehnya, diketahui ada sekira 20 hingga 30 persen pasien Covid-19 mengalami penurunan fungsi paru. Padahal, mereka sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ini menjadi contoh salah satu yang terkena long Covid-19.
"Akibatnya ini berdampak pada pernapasan pasiennya mengeluh menjadi sesak napas," katanya.
Dia mengingatkan agar masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Pandemi belum berakhir. Semua harus waspada dan jaga kesehatan," ujarnya.(*) nis/stm FOTO: Uji klinis/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU