
hariansuara.com, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 minta rumah sakit mulai menawarkan vaksin ke masyarakat agar cermat dan bur-buru. Alasannya, vaksin Covid-19 mesti menyesuaikan prosedur seperti izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Juru Bicara Satgas Covid=10, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah sudah punya tahapan prosedur begitu vaksin Sinovac didatangkan dari China. Hal ini termasuk proses distribusi ke berbagai daerah termasuk rumah sakit.
"Soal distribusi semua nanti yang atur mengendalikan pemerintah. Kami juga mempersiapkan hal tersebut dan semua pihak agar bersabar sampai semua kebijakan jadi jelas," kata Wiku dalam akun Youtube dikutip Minggu, 13 Desember 2020.
Wiku menyampaikan demikian karena beberapa rumah sakit swasta di sejumlah daerah sudah mempromosikan vaksin. Begitupun dengan taksiran harga serta tawaran promonya.
Dia menjelaskan kembali semua proses mesti djalani sesuai prosedur. Selain melalui uji klinis, dan kualitas aman dinyatakan aman BPOM maka distribusi akan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
"Semua pihak termasuk rumah sakit agar bijak ikuti kebijakan pemerintah, Kementerian Kesehatan menyangkut program vaksinasi Covid-19," ujarnya.
Kemudian, oa menekankan rumah sakit juga sosialisasi sebaiknya jika sudah mendapatkan stok vaksin. Bukan sebaliknya belum memiliki stok namun sudah bablas promosi.
Dia khawatir antusiasme masyarakat yang tinggi tak sebanding dengan jumlah stok vaksin di rumah sakit. Dengan demikian, ada kekhawatiran masyarakat yang belum dapat vaksin.
Sebelumnya, Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) punya program membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi Covid-19. Pembukaan pre order vaksinasi COVID-19 ini diunggah di akun instagram RS UII yaitu @rumahsakit.UII pada Jumat, 11 Desember 2020.
Humas RS UII, Indra Lestari, membenarkan program tersebut dan menjelaskan pihaknya tak mematok uang booking atau panjar. Namun, ia bilang pre order ini mesti menunggu kepastian distribusi vaksin Sinovac dari pemerintah pusat. (*) lia/lia FOTO: Ilustrasi vaksin/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU