Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Para Milenial dan Lansia, Waspadai Sarkopenia ya!

Kesehatan
23 Jan 2022
Para Milenial dan Lansia, Waspadai Sarkopenia ya!

hariansuara.com, Jakarta - Setiap orang menjadi tua seiring bertambahnya usia. Tanpa diundang, keriput mulai kentara, gigi tanggal satu-satu, rambut menipis dan rontok, otot pun lemah dan tulang keropos alias osteoporosis. 

Ini gejala umum fisik yang dijumpai pada seorang yang renta. Sesuatu yang alami memang, tetapi tidak harus membuat hati menjadi lemah, apalagi paranoid. Bila Anda meyakini deskripsi tua seperti gambaran di atas, justru hanya akan membuat Anda malah stres dan jadi cepat tua. 

Ade Rai, binaragawan ikonik Indonesia, punya rumusan awet muda. Di channel youtube Dunia Ade Rai, pemuda berdarah Bali ini, menggagas kunci awet muda dengan membangun persepsi konstruktif tentang tua. Semisal, tua identik sebagai pribadi yang lebih sabar, lebih bijaksana, lebih cerdas, lebih matang dan punya kemampuan memaafkan diri sendiri dan orang lain. 

Pandangan yang positif seperti ini akan membuat hati jadi tenteram dan bahagia. Rasa damai tersebut akan tercermin pada wajahnya. Ia pun akan terlihat awet muda. 

Waspadai Sarkopenia

Di Indonesia sendiri, jumlah orang lanjut usia (lansia) pada 2020 sebanyak 29 juta orang atau 11,2% dari total penduduk. Diperkirakan, jumlah ini akan terus meningkat setiap tahun. Hal ini terkait dengan meningginya usia harapan hidup, perbaikan gizi dan pelayanan kesehatan.   

Untuk itu, dipesankan oleh para dokter ahli geriarti, kepada lansia untuk lebih peka mengenali kondisi fisiknya sendiri. Perhatikan bila dirasakan adanya keluhan agar bisa segera dicarikan penanganan yang tepat dari ahlinya.

Keluhan paling sering dialami lansia adalah sarkopenia, Apakah itu?  

Di banyak literatur medis, dokter ahli geriatri menjelaskan sarkopenia ditandai dengan berkurangnya kekuatan dan massa otot. Kemampuan fisik yang turun, mudah lelah dan lemah. Untuk mengangkat atau menggenggam suatu benda pun tak kuat. Gerak melambat, bahkan jadi malas beraktivitas. 

Sarkopenia tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan akumulasi dari gaya hidup dan kebiasaan kurang sehat si lansia semasa muda. Ia malas bergerak, sehingga otot tubuh tak terlatih itu membuat massa ototnya berkurang. Tubuh jadi lemah dan mudah sekali lelah.

Ini nasihat bagi para milenial. Sewajibnya mulai dari muda mewaspadai gaya hidup yang kurang beraktivitas fisik. Di sela kegiatan keseharian, sisihkan waktu berolahraga secara rutin. Biasakan sedikitnya jalan kaki, bersepeda atau jogging

Intinya, lebih banyak bergerak. Tidak sedikit-sedikit mengandalkan sepeda motor atau mobil, sementara lokasi yang dituju bisa dicapainya dengan berjalan kaki. Ingat, otot tubuh yang kuat di masa tua nanti karena Anda rutin melatihnya sejak muda. 

Selain itu, terus konsumsi makanan bergizi seimbang. Lansia umumnya jadi kurang semangat makan, karena gigi sudah banyak yang tanggal dan juga mengalami kesulitan menelan makanan.

Ini keliru. Jangan dituruti. Carilah cara agar tetap memasukkan unsur karbohidrat, protein, sayur mayur dan buah. Kombinasi kesemua nutrisi ini akan membentuk massa dan jaringan otot. Untuk itu, sumber protein seperti daging, ikan dan telur mesti ada di piring makan Anda, di samping sayur dan buah tentunya.

Tambahkan juga asupan berupa vitamin D, asam lemak Omega-3 dan kreatin. 

Bagaimana penanganannya jika Anda atau anggota keluarga di rumah sudah telanjur mengalami sarkopenia? Konsultasi segera pada dokter ahli geriatri. Ikuti petunjuk dan arahan dokter akan asupan gizi maupun aktivitas fisik yang mesti dilakukan. (*) Siti Muhanah/MTS        Foto: NaturalNews.com/TargetNew.com, Tangkapan Layar @Dunia Ade Rai, dan dinkes.jogjaprov.id, 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X