
Jakarta - Menjelang Hari AIDS Dunia yang jatuh pada 1 Desember, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman baru pengujian diri HIV.
Menurut WHO, kurangnya diagnosis HIV merupakan kendala utama untuk menerapkan rekomendasi organisasi ini bahwa setiap orang dengan HIV harus ditawarkan terapi antiretroviral (ART).
WHO mengungkapkan lebih dari 18 juta orang dengan HIV saat ini sedang ART, dan jumlah yang sama masih tidak dapat mengakses perawatan, mayoritas tidak menyadari status HIV mereka.
Hari ini, 40 persen dari semua orang dengan HIV (lebih dari 14 juta) tetap tidak menyadari status mereka. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV dan sering merasa sulit untuk mengakses layanan pengujian yang ada.
"Jutaan orang dengan HIV masih jauh dari pengobatan yang menyelamatkan jiwa, yang juga dapat mencegah penularan HIV kepada orang lain," kata Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO sebagaimana dilansir Xinhua, Rabu, (30/11/2016). “Pengujian diri HIV harus membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk mengetahui status HIV mereka dan mencari tahu bagaimana mendapatkan layanan pengobatan dan pencegahan."
Pengujian diri HIV adalah cara untuk menjangkau lebih banyak orang dengan HIV yang tidak terdiagnosis dan merupakan langkah maju untuk memberdayakan individu dan mendiagnosa sebelum mereka menjadi sakit.
Antara tahun 2005 sampai 2015, proporsi orang dengan HIV meningkat dari 12 persen menjadi 60 persen secara global.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU