
Jakarta - Semua pihak diminta agar mewaspadai fenomena "Gunung Es" kasus HIV/AIDS karena dinilai jumlah penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut, lebih banyak dari data yang diketahui.
Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV/AIDS Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Indah Kumala Hasibuan MPsi mengatakan kasus HIV/AIDS ibarat Gunung Es, karena diperkirakan kasus penyakit itu lebih besar jumlahnya dari temuan yang ada saat ini.
"Yang hanya terlihat di atasnya saja, namun di bawah mungkin lebih besar jumlahnya," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dalam sepuluh tahun terakhir, peningkatan HIV/AIDS meningkat begitu tajam.
Pada tahun 2015, jumlah kasus HIV meningkat tajam dari 3.594 kasus pada tahun 2014 menjadi 5.184 kasus dan kasus AIDS sebanyak 5.625 kasus pada tahun 2014 menjadi 5.660 kasus pada tahun 2015.
"Itu berdasarkan data. Tapi sebenarnya jumlahnya bisa lebih besar karena banyak masyarakat yang tidak ingin memeriksakan dirinya untuk mengetahui apakah dia terkena penyakit tersebut," katanya.
Ditambah lagi, lanjut dia dewasa ini kasus narkoba juga semakin mengkhawatirkan karena penggunaan jarum suntik secara bersama-sama digunakan penderita HIV/AIDS juga menjadi salah satu media penular penyakit tersebut pada orang lain.
"Artinya kalau seseorang pengguna narkoba dengan memakai jarum suntik, sangat berpotensi menularkan kepada orang lain melalui jarum suntuk yang sama. Hal seperti ini yang perlu dicurigai dan seharusnya secepatnya memeriksakan diri agar dapat segera ditangani," katanya.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU