
Jakarta - Organisasi kemanusiaan internasional Dokter Lintas Batas (MSF) akan menyelenggarakan pameran foto kemanusiaan dari berbagai negara di dunia bertajuk “No Borders” di Mal Grand Indonesia, Jakarta tanggal 8-18 Desember 2016.
Pameran ini mengangkat sisi humanis di balik berbagai isu kemanusiaan dan kesehatan global yang ditangani MSF, seperti wabah Ebola di Afrika Barat, penyakit TBC resisten obat di India, kesehatan perempuan di beberapa negara berkembang, serta krisis pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II yang sedang berlangsung saat ini.
“MSF bekerja di 69 negara di dunia, dan dalam 45 tahun terakhir menyediakan layanan kesehatan bagi penduduk yang kekurangan akses kesehatan, bekerja sama dengan tenaga kesehatan lokal melawan wabah penyakit, dan menyediakan layanan medis di tengah konflik. Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik untuk turut peduli pada isu kemanusiaan global, sebagai bagian dari warga dunia,” ujar dr Sartini Saman, Anggota Dewan Pembina (Board Member) MSF Hong Kong dalam keterangan tertulis yang diterima hariansuara.com, Jumat, (2/11/2016).
MSF meraih Hadiah Nobel untuk perdamaian tahun 1999 atas kiprahnya mempelopori layanan kesehatan dan kemanusiaan yang independen di beberapa benua. Meski MSF lebih dikenal sebagai organisasi medis darurat, lebih dari 46% aktivitas MSF di dunia saat ini berada di negara-negara yang stabil untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi penduduk yang membutuhkan, seperti layanan kesehatan ibu dan anak, perawatan pasien TBC dan HIV, serta layanan kesehatan lainnya.
“Tahun ini, tema No Borders kami pilih untuk mengangkat semangat kemanusiaan yang mendasari aktivitas MSF, yakni semangat untuk menolong tanpa membeda-bedakan latar belakang ras, agama, maupun pilihan politik seseorang. Kami berharap, pameran ini dapat membawa isu kemanusiaan global lebih dekat ke hati publik Indonesia,” ujar dr Sartini.
Konsep pameran “No Borders” adalah display foto menggunakan lightbox bercahaya di dalam ruangan yang temaram. Ruangan akan dibagi ke dalam tiga bagian, yakni: Battling Diseases mengenai penyakit endemis dan epidemi seperti Ebola, Malaria, HIV/Aids, TBC; Tomorrow Needs Her tentang perjuangan perempuan untuk kesehatan dan kisah para penyintas kekerasan seksual; dan Forced from Home yang merangkum perjalanan para pengungsi dari berbagai negara yang dilanda konflik dan kemiskinan menuju daratan Eropa.
Artefak-artefak unik yang dibawa langsung dari lokasi peristiwa akan ditampilkan di pameran ini. Misalnya, jubah Ebola yang dipakai staf MSF asal Indonesia saat bertugas di Sierra Leone. Selain itu, ada pula instalasi pelampung-pelampung yang sungguh-sungguh dipakai para pengungsi dalam perjalanan mereka yang berbahaya menyeberangi Laut Tengah.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU