
Jakarta - Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai statin dapat membantu mengurangi risiko pengembangan Alzheimer, demikian ungkap sebuah studi di AS, Senin, (12/12/2016).
Analisis dari 400.000 orang Amerika yang mengambil statin selama sedikitnya dua tahun menemukan bahwa penggunaan tinggi dari obat ini dikaitkan dengan rendahnya risiko untuk penyakit Alzheimer.
Penelitian sebelumnya telah menyarankan "asosiasi pelindung" antara statin dan penyakit Alzheimer, tetapi uji klinis acak belum menarik kesimpulan yang cukup.
Studi baru, yang dipimpin oleh Julie Zissimopoulos dari University of Southern California dan dipublikasikan secara online oleh jurnal AS JAMA Neurology, melihat pengguna statin yang berusia 65 atau lebih tua.
Dan ditemukan eksposur yang tinggi, yang didefinisikan saat mengambil statin selama minimal enam bulan pada tahun tertentu selama masa studi dikaitkan dengan 15 persen penurunan risiko penyakit Alzheimer untuk perempuan dan 12 persen penurunan risiko untuk laki-laki.
Namun, pengurangan risiko bervariasi menurut jenis statin, ras dan jenis kelamin. Misalnya, pravastatin dan rosuvastatin, dua statin paling sering diresepkan, dikaitkan dengan penurunan risiko untuk hanya wanita kulit putih.
Statin lainnya disebut simvastatin dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk perempuan kulit putih, Hispanik dan hitam, serta laki-laki kulit putih dan Hispanik, tapi tidak pria kulit hitam.
Sebenarnya, tidak ada pengurangan risiko untuk laki-laki hitam mengambil jenis statin.
"Ini menunjukkan bahwa pasien tertentu, menghadapi beberapa alternatif statin lain yang sama untuk pengobatan hiperlipidemia, dapat mengurangi resiko AD (penyakit Alzheimer) dengan menggunakan statin tertentu," kata studi tersebut.
"Jenis statin tepat untuk orang yang tepat pada waktu yang tepat dapat menyediakan sarana yang relatif murah untuk mengurangi beban AD," tambahnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU