
hariansuara.com, Bandung - Sebanyak 33.059 orang di Provinsi Jawa Barat terserang penyakit DBD, dan 263 orang diantaranya meninggal.
"Dari data yang kami miliki, kasus DBD selama kurun waktu Januari hingga pertengahan Desember 2016 itu, tertinggi di Kota Bekasi. Ada 3.566 warga yang terserang DBD dan 48 warga meninggal akibat penyakit ini," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Jawa Barat Uus Sukmara, kepada Antara di Kota Bandung, Jumat.
Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015, yakni sebanyak 22.071 orang di Provinsi Jawa Barat terserang DBD dan 182 orang dari jumlah tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit ini.
Berdasarkan data dari Bidang Bina Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Jawa Barat, kasus terebut paling banyak terjadi di bulan Februari. Yakni 5.060 orang warga, dan 48 orang meninggal.
Selain Kota Bekasi, jumlah kasus DBD tinggi ialah di Kota Bandung, sebanyak 3.566 orang. Tujuh orang meninggal.
"Sementara Kabupaten Bogor menempati urutan ketiga, yakni ada 3.161 warga terserang DBD dan 43 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit ini," kata Uus.
Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk mencegah penyakit DBD ini. Misalnya mewajibkan setiap rumah memiliki kader juru pemantau jentik (jumantik). Ini sebagai langkah pencegahan dini terhadap wabah penyakit DBD.
Selain itu, juga mengimbau setiap warga melakukan tindak pencegahan dini penyakit DBD dengan melakukan Gerakan 3 M yakni Menguras, Menutup, Mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU