
Pekanbaru - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mulai mewaspadai penyebaran anthrax atau penyakit menular akut terhadap manusia di wilayah tersebut.
"Saya perintahkan Penanggulangan Penyakit (P2) agar segera berkoordinasi dengan Disnakkeswan, apakah di Riau sudah ada ditemukan anthrax pada hewan ternak atau belum," kata Kadiskes Riau Mimi Yuliani di Pekanbaru, Minggu.
Menurut Mimi masyarakat perlu waspada terhadap penyebaran penyakit sapi yang disebabkan bakteria Bacillus anthracisini karena bisa menular kepada manusia.
Langkah yang diambil Dinkes Riau tersebut sebagai upaya mengantisipasi kegelisahan masyarakat pascaberedarnya berita di medsos tentang kasus anthrax yang konon terjadi di Kulonprogo Yogyakarta.
Selain itu Mimi juga meminta Kabid P2 melalui Kepala Seksi Surveilance untuk melakukan pengamatan dan pengawasan penyakit tersebut di setiap sarana pelayanan kesehatan.
Anthrax adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas.
Anthrax artinya `batubara` dalam bahasa Yunani. Istilah ini digunakan karena kulit para korban akan berubah hitam.
Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.
Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthrax, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU