Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

Kemenkes: Obat Antibiotik Seharusnya Tidak Dijual Bebas

Kesehatan
12 Feb 2017
Kemenkes: Obat Antibiotik Seharusnya Tidak Dijual Bebas

 

Surabaya – Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak sesuai dosis bisa menimbulkan resistensi antibiotik, ungkap Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Hari Paraton, Sp.OG (K).

 

"Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak sesuai indikasi jenis, dosis dan lamanya serta kurangnya kepatuhan penggunaan antibiotik merupakan penyebab timbulnya resistensi antibiotik," tuturnya.

 

Ia menjelaskan, penyebab banyaknya kasus resistensi antibiotik dipicu pada mudahnya masyarakat membeli antibiotik tanpa resep dokter di apotek, kios, atau warung.

 

"Seharusnya antibiotik tidak dijual bebas dan harus berdasarkan resep dokter. Menyimpan antibiotik cadangan di rumah, memberi antibiotik kepada keluarga, tetangga atau teman merupakan kebiasaan yang paling banyak dijumpai di masyarakat. Ini dapat mendorong terjadinya resistensi antibiotik," ungkapnya.

 

Dia menyebutkan, tidak semua penyakit infeksi perlu ditangani dengan memberi antibiotik karena penggunaan antibiotik semata hanya untuk mengobati penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, bukan mencegah atau mengatasi penyakit akibat virus.

 

"Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah berkomitmen dalam pengendalian antimikroba (AMR). Salah satu upaya yang dilakukan adalah berfungsinya Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) yang dibentuk 2014," katanya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X