
Gorontalo – Untuk mencegah penyebaran rabies, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, rutin memberikan vaksin kepada hewan tiap tiga bulan sekali.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (K3P) Fitria S Bagu, mengatakan, kasus rabies di Kota Gorontalo memang tidak besar, namun pencegahan menjadi wajib mengingat rabies adalah penyakit menular dan berbahaya.
"Rabies masuk pada penyakit akut yang harus segera ditangani, karena mengandung banyak virus, seperti serotype (Lagos bat virus) yang bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius," ujarnya.
Ia mengakui, penyakit rabies lebih banyak ditemukan pada hewan lepas tanpa pemilik, karena mereka sering hidup di kotoran, sehingga virus bisa saja cepat terjangkit pada hewan tersebut.
K3P mengingatkan agar warganya selalu hati-hati agar tidak menjadi korban gigitan hewan liar.
Tanda-tanda hewan terinfeksi rabies, lanjutnya, suka bersembunyi di tempat gelap dan sejuk. Serta terjadi kelumpuhan dan mereka tidak dapat menguyah dan menelan makanan karena rahang bawah tidak dapat dikatupkan.
Hal itulah yang menyebabkan liur dari hewan selalu menetes secara berlebihan. Kejang-kejang sering juga terjadi pada korban gigitan, sehingga bisa menyebabkan kematian dalam hitungan jam saja.
"Namun kami tidak bekerja sendiri untuk mengatasi rabies. Kami selalu menggandeng puskesmas dan dinas kesehatan untuk sama-sama membasmi virus ini. Kami terus melakukan vaksinasi kepada hewan peliharaan,” tegasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU