
Jakarta – Memasuki musim hujan, Petugas unit pelaksana teknis (UPT) Puskesmas Pondok Benda, Tangerang Selatan, Dr. Dedi Herlianto banyak menerima keluhan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dari pasiennya.
"Penyakit yang banyak timbul ketika musim hujan adalah ISPA dan demam berdarah (DBD)," ujarnya.
"Penyakit ISPA dan DBD dapat terjadi tergantung dari daya tahan tubuh dan pola hidup masyarakatnya, biasanya timbul secara tiba-tiba apalagi saat musim hujan seperti ini, sedangkan DBD tergantung dari trombosit si pasien," tambahnya.
Ia mengatakan, tindakan pertama yang dilakukan dokter kepada pasien yang sudah terkena penyakit ISPA dan DBD adalah menganalisis terlebih dahulu penyakit pasien.
"Kami analisis dulu, kalau ISPA biasanya diikuti demam, demamnya sudah lama atau belum. Kalau lebih dari tiga sampai empat hari kami akan lakukan pemeriksaan penunjang secara rutin. Sedangkan, kalau DBD kami akan perhatikan trombositnya," jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan yang sehat dan pola hidup yang bersih supaya tidak terkena penyakit tersebut.
Sementara, Kepala UPT Puskesmas Pondok Benda, Rita menyatakan setiap harinya mayoritas pasien yang datang mengeluhkan penyakit ISPA.
"Setiap harinya, hampir sekitar 75 persen pasien mengeluhkan penyakit ISPA," ujar Rita.
Rita juga menambahkan jika pasien yang terkena penyakit ISPA rata-rata adalah anak-anak.
"Penderita ISPA di puskesmas ini rata-rata anak-anak yang berumur sekitar 5-12 tahun," tambahnya.
ISPA adalah penyakit saluran pernapasan akut yang mengakibatkan seseorang mengalami batuk, bersin-bersin, dan demam. ISPA juga merupakan penyakit yang mudah menular kepada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU