Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Kesehatan

HWC-Ajak Indonesia Sehat Buka Rahasia Tingkatkan Kualitas Hidup

Kesehatan
27 Feb 2017
HWC-Ajak Indonesia Sehat Buka Rahasia Tingkatkan Kualitas Hidup

 

Jakarta – HWC-Ajak Indonesia membuka rahasia untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia lewat pemanfaatan potensi DNA. Caranya adalah melalui program nutrisi dan lifestyle yang ditransformasikan ke DNA.

 

Founder dan Chairman HWC-Ajak Indonesia Sehat, Dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc, mengatakan, ia dan timnya telah melakukan kajian mendalam terhadap lebih dari 2000 orang yang menjalankan Program Manajemen Nutrisi & Lifestyle.

 

Dari kajian tersebut, disimpulkan bahwa Program Manajemen Nutrisi & Lifestyle yang dilakukan dalam jangka waktu minimal 12 minggu adalah suatu proses transformasi tubuh yang melibatkan unsur tubuh terkecil yaitu DNA.

 

Dokter peneliti yang telah menamatkan gelar masternya di Universitas Indonesia itu menjelaskan, DNA itu tersimpan di inti sel, sejak individu berada dalam kandungan sampai dia lahir. Jumlahnya sekitar 1000 triliun sel yang ada di dalam tubuh manusia. Setiap peristiwa apapun yang terjadi dalam tubuh, disimpan dengan sangat detail oleh DNA. Termasuk yang berhubungan dengan kualitas kesehatan manusia.

 

Menurutnya, DNA manusia bisa diubah melalui suatu program yang dilakukan secara rutin, terarah dan teratur, dan bersifat repetitive (kontinyu) dengan taraf kesalahan di atas 80%. Perubahan yang terjadi tidak hanya pada fisik, tetapi juga mempengaruhi perilaku dan spiritual.

 

 

"Melalui suatu Program Manajemen Nutrisi & Lifestyle, kita melakukan re-programming (program ulang). Kita dapat melakukan perubahan yang sifatnya sebagian atau maupun yang sifatnya radikal. Radikal dalam arti perubahan total terhadap pola makan dan pola hidup kita, menjadi jauh lebih sehat, lebih komplit, lebih seimbang, kemudian dilakukan secara teratur dan terarah dalam waktu minimal 12 minggu,” ujar Tifauzia yang menjadi peneliti Kedokteran Eropa-Asia kepada Hariansuara.com.

 

Tifauzia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang memungkinkan DNA itu menjadi rusak dan berujung pada penyakit. Faktor yang pertama adalah makanan.

 

“Jadi yang diasup ke dalam tubuh manusia itu, menyumbang peran sebesar 80% sendiri baik makanan maupun minuman. Yang berpotensi merusak DNA, tentu makanan dan minuman yang buruk kualitasnya,” tuturnya.

 

Kategorinya yaitu makanan yang terlalu banyak mengandung gula termasuk nasi putih, tepung putih, roti dari tepung putih, mie dan makanan karbohidrat lainnya. Intinya simple, semua jangan berlebihan.

 

Yang kedua, adalah makanan yang terlalu sering digoreng, mengandung banyak lemak jenuh, makanan diberikan pengawet, pemanis buatan, penyedap rasa, dan pewarna buatan.

 

”Itu adalah contoh makanan dan minuman yang berpotensi dapat merusak DNA. 20 persennya, adalah dari gaya hidup. Gaya hidup kita yang cenderung tidak aktif, cuma duduk, berkendaraan juga duduk, sampai di rumah dan di kantor juga duduk. Aktivitas kita sangat berkurang,” jelasnya.

 

“Kemudian ketiga, adalah ketidakpedulian kita terhadap bagaimana merawat tubuh sendiri, jadi pola mindset kita keliru, itu sangat berpengaruh terhadap bagaimana DNA ini menjadi rusak,” tambahnya.

 

 

Jadi bagaimana body transformation itu bisa diwujudkan dalam suatu Program Manajemen Nutrisi & Lifestyle.

 

“Dari berangkat, dari apapun kondisi kesehatan tubuh kita, apapun kondisi DNA saat ini, kita bisa melakukan perubahan tersebut melalui managemen nutrisi dan managemen pola makan. Jadi nomor satu adalah pola makan kita, kita rubah menjadi jauh lebih sehat dan lebih berkualitas,” ungkap Tifauzia.

 

Ada pendapat dari ilmuwan ahli Genetika, kata Tifauzia, bahwa nutrisi yang berbasis protein nabati, sayur-sayuran, buah-buahan, rempah-rempahan, biji-bijian dan kacang-kacangan natural, dalam bentuk suplementasi, diikuti perubahan gaya hidup aktif, olahraga teratur, pemberian air putih sesuai kebutuhan tubuh, dan istirahat yang cukup, itu semua secara bersama-sama mempengaruhi perubahan ekspresi gen, merujuk pada ilmu epigenetic (perubahan ekspresi gen akibat perubahan yang terjadi pada unsur dari gen).

 

Proses perubahan ekspresi gen pada sel-sel sehat menjadi sel-sel rusak, memicu terjadinya sel kanker.

 

“Jadi kalau kita mau mengandalkan perubahan pola makan menjadi jauh lebih baik, bisa nggak? Ya bisa, tapi butuh waktu lebih lama. Nah kalau kita mau merubah DNA yang sudah rusak, yang dilakukan pertama adalah pola makan yang baru dengan menghindarkan ketiga faktor yang tadi. Kemudian kita masukkan karbohidrat, lemak dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh sebaik dan se-organik mungkin,” katanya.

 

Kedua, dibutuhkan media akselerator dalam bentuk suplemen nutrisi yang siap pakai, itu sangat direkomendasikan karena suplementasi yang berbasis teknologi itu membantu dalam melakukan akselerasi/percepatan terhadap perbaikan DNA.

 

“Suplemen nutrisi itu sifatnya sebagai pendukung, bagaimanapun hakiki manusia itu harus dijaga,” tutup Tifauzia.(Albi Wahyudi)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X