
Gorontalo – Kenaikan penderita penyakit Tuberculosis (TB) dicatat meningkat oleh Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Sebelumnya hanya 426 penderita menjadi menjadi 589 penderita pada 2017.
Wakil Direktur RSAS, dr. Meydi Sarita, mengatakan peningkatan itu merupakan gaya hidup yang tidak sehat yang akhirnya berdampak ke penyakit itu.
Gejala yang akan muncul dari penyakit itu yaitu batuk yang disertai darah, berat badan turun, tidak punya nafsu makan, demam, keringat di malam hari dan nyeri pada dada.
"Secara umum pengidap TB tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup. Saat tubuh sehat, sistem kekebalan mampu memberantas penyakit TB yang masuk ke dalam tubuh," ujarnya.
Ia mengatakan, pengobatan dan pencegahan penyakit TB tergolong serius. Seorang pengidap bisa sembuh dengan mengonsumsi antibiotik tertentu dengan waktu yang lama.
Sementara untuk mencegahnya, seseorang membutuhkan vaksin "Bacillus Calmette-Guerin" (GCB). Di indonesia vaksin itu termasuk dalam daftar imunisasi wajib yang diberikan sebelum bayi berusia dua bulan.
"Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa," katanya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU