
hariansuara.com, Jakarta - Informasi tentang kandungan bahan pengawet yang ada dalam mi instan tidak menjadi halangan bagi penggemarnya untuk dikonsumsi.
Meski bukan makanan yang menyehatkan, mi instan tetap digemari banyak orang. Selain rasanya yang enak dan gurih, penyajiannya pun sangat praktis.
Namun jika terlalu sering dikonsumsi dapat mengganggu kesehatan.
Menurut pakar gizi, mi instan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh orang yang gemuk, hipertensi dan diabetes.
Sebabnya karena karbohidrat yang terkandung di dalam mi instan sudah mengalami proses berkali-kali yang membuatnya mudah sekali diserap sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Dalam bumbu mi instan juga mengandung kadar garam dan pengawet seperti monosodium glutamat (MSG) yang tinggi, sehingga pada orang yang memiliki hipertensi, kegemukan dan diabetes dianjurkan tidak mengonsumsi mi instan.
Kandungan lilin yang selama ini diyakini ada dalam mi instan, umumnya akan meleleh atau hilang ketika direbus. Oleh sebab itu, jika membuat mi instan sebaiknya air rebusannya tidak dikonsumsi.
Sebaiknya jangan makan mi instan setiap hari.
Setiap orang harus mengonsumsi pola makan yang seimbang yaitu mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak dan juga banyak sayuran.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi penggemar mi instan, yaitu:
1. Jangan makan mie instan dalam kondisi mentah, belum direbus.
2. Jangan terlalu sering makan mi instan, minimal seminggu sekali.
3. Jangan mengonsumsi air rebusan dari mi tersebut.
4. Tambahkan sayuran saat menyajikan mi instan. Cara ini juga sebagai upaya netralisasi komposisi agar yang dimakan mengandung bahan organik yang sehat.
5. Usahakan untuk tidak menggabungkan mi instan dengan nasi, karena keduanya sama-sama mengandung karbohidrat. Jadi sebaiknya gabungkan dengan makanan lain seperti protein.
6. Minum air putih minimal 500 ml (2 gelas) setelah makan mie instan, lebih banyak air putih lebih baik. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU