
hariansuara.com, Jakarta - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) hari ini meluncurkan edisi perdana Buletin Harpa yang merupakan akronim dari ‘Harapan Terpadu’, sebagai media komunikasi informatif tentang gagasan dan program Yayasan Kanker Indonesia, serta sebagai sumber informasi terpercaya tentang kanker di Indonesia.
“Buletin HARPA kami terbitkan pada tahun ke-40 sejak YKI didirikan. Informasi yang tersaji diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi pasien kanker dan keluarganya, juga mereka yang mencari informasi yang benar tentang kanker dan kesehatan pada umumnya, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui dan tergerak untuk mengakses program-program kami,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, dalam keterangannya, Kamis (14/9).
Yayasan Kanker Indonesia melakukan sosialisasi tentang penanggulangan kanker secara konsisten dan kini juga melalui Buletin HARPA, mengingat penyakit kanker merupakan permasalahan di Indonesia dengan prevelansi yang cukup tinggi, yaitu 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347.000 orang (Risdeskas 2013).
Kematian akibat kanker menduduki peringkat nomor 7 di Indonesia dengan prosentase 5,7% dari seluruh penyebab kematian (Riskesdas 2007) dan merupakan penyebab kematian ke-3 dengan kejadian 7,7% dari penyebab kematian karena penyakit tidak menular, setelah stroke dan penyakit jantung (Sistem Informasi RS 2010). Jutaan orang di dunia dilaporkan meninggal karena penyakit kanker.
WHO memperkirakan penderita baru kanker saat ini lebih dari 14 juta orang, dan akan naik menjadi 19 juta pada 2025. Di Indonesia prevalensi penyakit kanker juga memprihatinkan, yaitu sekitar 1,4 per seribu penduduk.
Lebih lanjut Prof. Aru menyampaikan, sebagian besar kanker berhubungan dengan pola hidup dan lingkungan, maka YKI menerbitkan Buletin HARPA ini untuk mensosialisasikan pola hidup sehat dan meningkatkan pengetahuan akan bahaya penyakit kanker, mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker.
Bersamaan dengan peluncuran Buletin HARPA ini, Prof. Dr. Aru Sudoyo menjelaskan, bahwa kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko, seperti tidak merokok atau terpapar dari asap rokok, tidak mengkonsumsi alkohol, melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet, menghindari obesitas dengan diet seimbang dan aktivitas fisik, serta mencegah infeksi yang berhubungan dengan kanker.
“Selain itu, dengan melakukan deteksi atau skrining sehingga bisa terdiagnosa dini dan mendapatkan pengobatan dengan hasil yang baik,” ungkap Prof Aru.
Buletin HARPA akan diterbitkan secara berkala dengan memuat berbagai laporan tentang kegiatan Yayasan Kanker Indonesia dan juga rubrik informasi terkait kanker yang merupakan hasil kerjasama dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia. Buletin HARPA dapat diperoleh di Yayasan Kanker Indonesia selama persediaan masih ada.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU